JAKARTA, BALINEWS.ID – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (24/6/2026) seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut terjadi setelah semakin banyak kapal tanker berhasil keluar dari Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi distribusi minyak dunia.
Berdasarkan data Investing.com, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,1 persen menjadi USD 73,36 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat terkoreksi 0,55 persen ke level USD 69,81 per barel.
Penurunan harga terjadi setelah situasi di Selat Hormuz mulai berangsur normal pasca ketegangan yang dipicu konflik Iran. Arus pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah kembali meningkat sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global.
Mengutip Reuters, Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan volume minyak mentah yang melintasi Selat Hormuz hampir kembali ke tingkat sebelum konflik Iran pecah. Kapal-kapal tanker kini mulai dapat meninggalkan kawasan tersebut dengan pengawalan militer.
“Dalam 24 jam terakhir, sekitar 20 juta barel minyak mentah telah keluar dari Selat Hormuz,” kata Wright dalam Reuters Global Energy Forum di New York.
Menurut Wright, proses normalisasi pelayaran sempat terhambat akibat keberadaan ranjau yang dipasang Iran di perairan selat tersebut. Namun, ia menegaskan Iran tidak akan memiliki kemampuan untuk memblokade Selat Hormuz dalam jangka panjang.
“Amerika Serikat akan memastikan arus pengiriman tetap berjalan bahkan tanpa adanya kesepakatan dengan Teheran,” ujarnya.
Meski harga minyak dunia mulai mengalami penurunan, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di dalam negeri masih berada pada level tinggi. Berdasarkan data terbaru Pertamina Patra Niaga pada Kamis (25/6/2026), harga Pertamax Turbo saat ini tercatat sebesar Rp20.750 per liter, sedangkan Pertamax dipatok Rp16.250 per liter.
Pengamat menilai penurunan harga minyak dunia belum tentu langsung berdampak pada penyesuaian harga BBM domestik. Selain dipengaruhi harga minyak mentah, penetapan harga BBM juga mempertimbangkan faktor nilai tukar rupiah, biaya distribusi, serta kebijakan pemerintah dan badan usaha.
Dengan kondisi pasokan global yang mulai stabil, pelaku pasar kini mencermati apakah tren pelemahan harga minyak dunia akan berlanjut dalam beberapa pekan mendatang dan membuka peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi di Indonesia.
