Hobi Melukis, Jenderal Polisi Gelar Pameran di Ubud, Pajang 30 Lukisan Bertema Mbajing

Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana menjelaskan mengenai karya lukis dalam pameran bertajuk Mbajing di Puri Lukisan Ubud.

UBUD, BALINEWS.ID – Jenderal polisi bintang tiga (Komjen) Prof. Chryshnanda Dwilaksana memiliki hobi melukis. Kali ini, 30 karya lukis dipajang di Museum Puri Lukisan, Ubud.

Polisi yang menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdiklat Polri) tersebut menggelar pameran bertajuk “Mbajing”. Pameran dibuka secara resmi pada Jumat malam, 2 Mei 2025, pameran ini akan berlangsung hingga 12 Mei 2025.

Pameran luksian “Mbajing” bukan sekadar ekspresi estetika. Melalui lebih dari 30 lukisan, Komjen Chryshnanda menghadirkan refleksi mendalam tentang moralitas, etika, dan kemanusiaan dalam keseharian aparat negara. Tema besar “Mbajing” sendiri merujuk pada sisi gelap manusia yang sering tersembunyi di balik topeng sosial, namun tetap harus dikenali dan dikendalikan.

BACA JUGA :  Temui Nyoman Parta, ITB STIKOM Bali Siap Kembalikan Dana Peserta Magang Gagal ke Luar Negeri

Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh makna, dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintah, hingga seniman ternama. Suasana semakin khidmat dengan penampilan Tari Kayon dan Tari Legong Lasem dari sanggar seni Peliatan sebagai pembuka.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap pameran ini. Ia menyebut karya-karya Komjen Chryshnanda sebagai bentuk nyata dari wajah humanis institusi kepolisian modern yang merangkul nilai-nilai kebudayaan.

“Melalui seni, Pak Chryshnanda berhasil menghadirkan narasi keteladanan dan kejujuran yang langka di tengah tantangan profesi,” ujar Giring.

BACA JUGA :  Polsek Ubud Miliki Gedung Baru, Tingkatkan Pelayanan Publik dan Amankan Pariwisata

Penglingsir Puri Ubud, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, menambahkan bahwa pameran ini memperkuat posisi Ubud sebagai “laboratorium budaya” yang terus hidup dan berkembang. Sementara itu, sejarawan Prancis Jean Couteau menilai “Mbajing” sebagai jembatan inspiratif antara ketegasan profesi dan kelembutan batin, yang jarang ditemukan dalam dunia kepolisian.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong, prosesi penulisan pesan kebangsaan, pertunjukan live painting, pemercikan Tirta sebagai simbol penyucian, hingga penampilan Baleganjur Gelung Agung dan Wayang Polisi Dalang. Untuk menjaga kelancaran acara, pengamanan dilakukan oleh jajaran Polres Gianyar dan Polsek Ubud.

BACA JUGA :  Dana Upacara IBTK 2025 di Pura Besakih Belum Cair, Pengelola Pura Catur Lawa Resah!

Pameran “Mbajing” terbuka untuk umum hingga 12 Mei 2025. Selain menampilkan karya visual, pengunjung juga diajak merenungi pentingnya nilai kejujuran dan tanggung jawab sosial melalui interpretasi artistik yang mendalam. Komjen Chryshnanda berharap karya-karya ini dapat menjadi cermin batin yang menggugah kesadaran kolektif di tengah dinamika zaman. (bip)

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

TABANAN, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali melakukan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan guna...
BADUNG, BALINEWS.ID -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Hari Valentine kerap identik dengan cokelat, bunga mawar, dan makan malam romantis. Meski klasik dan...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau...