SINGARAJA, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan perbaikan ruas jalan rusak berat di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan. Proyek peningkatan jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu kini telah memasuki tahap persiapan tender pada tahun 2026.
Perbaikan jalan yang dikenal warga sebagai jalur “benyah latig” tersebut akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng dengan total anggaran mencapai Rp5 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah memproses tahapan awal pengadaan proyek.
“Perbaikan jalan di Desa Lemukih sudah masuk tahap persiapan tender. Panjang ruas yang akan ditangani sekitar dua kilometer dengan anggaran sekitar Rp5 miliar,” ujarnya.
Ia mengakui kondisi jalan di wilayah tersebut memang mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik. Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, faktor geografis menjadi salah satu penyebab utama kerusakan.
“Topografi Lemukih merupakan daerah perbukitan dengan curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi lembab, sehingga aspal lebih cepat mengalami kerusakan,” jelasnya.
Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak sempat memicu aksi protes warga. Mereka menanam pohon pepaya di tengah jalan berlubang sebagai bentuk kekecewaan karena perbaikan tak kunjung dilakukan selama bertahun-tahun.
Ruas jalan Desa Lemukih sendiri memiliki peran strategis, karena menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata populer di Buleleng, seperti Air Terjun Lemukih dan Air Terjun Sekumpul.
Dengan segera dilaksanakannya perbaikan, diharapkan akses transportasi masyarakat maupun wisatawan menjadi lebih lancar dan aman, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah Buleleng. (*)
