Jepang Gandeng Petani Subak Timbul Gianyar, Buat Proyek Strategis Beli Komuditas Petani

Subak Timbul Tegalalang memikat Jepang untuk bekerjasama.
Subak Timbul Tegalalang memikat Jepang untuk bekerjasama.

​GIANYAR, BALINEWS.ID – Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, berkunjung ke Subak Timbul, Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Kamis (11/6/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka inspeksi dan peninjauan langsung proyek bantuan internasional JICA Grassroots Technical Cooperation Project.
​Proyek bertajuk “Improving Income through Participatory Food Value Chain Development” (Peningkatan Pendapatan Petani melalui Pengembangan Rantai Nilai Pangan Partisipatif) ini diinisiasi oleh Pemerintah Jepang melalui Universitas Waseda yang bekerja sama erat dengan Universitas Dwijendra Denpasar. Proyek strategis ini dirancang berjalan selama tiga tahun, terhitung sejak November 2024 hingga Oktober 2027 mendatang.
​Tujuan utama dari proyek kolaboratif ini adalah membangun sistem hulu ke hilir yang kokoh agar para petani padi skala kecil di Desa Pupuan dapat terlibat aktif dalam rantai nilai pangan (food value chain), mulai dari produksi, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran mandiri.
​Melalui skema ini, keuntungan ekonomi dapat langsung dirasakan oleh petani tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengepul yang sering kali membeli dengan harga murah tanpa melihat kualitas produk.
​”Peningkatan pendapatan petani ini juga diharapkan dapat berkontribusi langsung pada pelestarian pemandangan sawah terasering khas Bali di Gianyar yang telah diakui UNESCO, sehingga mencegah alih fungsi lahan yang marak terjadi akibat pesatnya pembangunan fasilitas pariwisata,” tulis Konsulat Jenderal Jepang dalam keterangan resminya.

BACA JUGA :  7 Destinasi Air Terjun di Bali yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Berlibur

​Dalam pelaksanaan di lapangan, proyek ini memberdayakan Timbul Harmoni, sebuah sektor usaha pertanian berbasis komunitas di bawah naungan Subak Timbul Tegallalang. Komunitas ini fokus mengelola empat output utama:
​Penguatan kapasitas organisasi petani lokal.
​Peningkatan keterampilan dalam pengendalian mutu beras (termasuk pengembangan varietas bebas pestisida).
​Penyediaan jalur penjualan langsung (direct selling) terjamin ke pasar retail, online app (Delibali), maupun pasar petani.
​Pemberian nilai tambah melalui modernisasi dengan penggunaan mesin giling, alat pemilah (sortasi manual), hingga pengemasan yang menarik.
​Menariknya, 100 persen keuntungan dari penjualan beras Timbul Harmoni ini dikembalikan seutuhnya untuk kesejahteraan para petani anggota subak.
​Agenda Kunjungan Konjen Jepang
​Kunjungan Konjen Miyakawa Katsutoshi mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WITA dengan titik kumpul di Wantilan Pura Dalem Kauh, Banjar Timbul.
​Sejumlah pejabat dan tokoh penting dijadwalkan hadir mendampingi kunjungan ini, antara lain: ​Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A. (Rektor Universitas Dwijendra); ​Wayan Suarta (Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar)
Ketut Sedana (kepala BRIDA Gianyar); ​Ni Made Yuliani Putri, SP. (Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar); ​Niwa Kenji (Kepala Bagian Perencanaan JICA).
​Dalam kunjungan tersebut, Konjen Jepang tidak hanya melihat pemaparan proyek, namun juga akan turun langsung ke sawah untuk ikut merasakan pengalaman panen menggunakan alat tradisional ani-ani, melakukan perontokan padi tradisional, hingga melihat langsung proses sortir dan pengemasan beras modern yang dikelola oleh komunitas Timbul Harmoni.

BACA JUGA :  2nd Year End Gathering ASITA Bali: Perkuat Arah dan Citra Pariwisata Bali 2026

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya