SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Klungkung, I Nyoman Alit Sudiana, mendorong Pemerintah Kabupaten Klungkung menyusun strategi yang lebih inovatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui optimalisasi sektor pariwisata Nusa Penida yang dinilai masih menyimpan potensi besar.
Hal tersebut disampaikan Alit Sudiana dalam rapat gabungan DPRD Kabupaten Klungkung bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung, Kamis (16/7/2026), yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Dalam kesempatan itu, Alit Sudiana mengapresiasi jawaban Bupati Klungkung I Made Satria atas Pemandangan Umum Fraksi Partai Golkar yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD sehari sebelumnya. Menurutnya, respons pemerintah menunjukkan adanya komitmen membangun komunikasi yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif.
“Sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi modal penting dalam menghasilkan kebijakan yang mampu mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.
Alit juga menyampaikan ucapan selamat kepada I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya yang baru dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa terobosan dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata.
Berbekal pengalaman hampir dua dekade di bidang pariwisata dan properti, Alit menilai Nusa Penida telah berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia. Namun, tingginya jumlah kunjungan wisatawan belum sepenuhnya berkontribusi terhadap peningkatan PAD maupun kesejahteraan masyarakat.
Salah satu yang disorot adalah optimalisasi penerimaan retribusi kunjungan wisatawan ke Nusa Penida. Menurutnya, sistem pemungutan perlu diperkuat melalui mekanisme pengawasan yang lebih efektif, termasuk penerapan insentif berbasis kinerja bagi petugas maupun operator transportasi agar potensi kebocoran penerimaan daerah dapat diminimalkan.
Selain itu, ia menilai rendahnya tingkat hunian hotel dan singkatnya lama tinggal wisatawan menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Sebagian besar wisatawan masih memilih paket wisata sehari sehingga manfaat ekonomi yang diterima masyarakat belum maksimal.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Alit mengusulkan sejumlah langkah strategis, antara lain pengembangan night time economy melalui penyediaan hiburan yang legal dan tertata, membuka peluang investasi hotel berbintang, memperbanyak penyelenggaraan ajang sport tourism dan festival bertaraf internasional, serta memperkuat atraksi seni dan budaya khas Nusa Penida agar dapat dipentaskan secara rutin.
Ia juga mendorong Dinas Pariwisata segera menyusun Calendar of Events sebagai agenda tahunan promosi pariwisata, sekaligus memperluas kerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali, pelaku industri pariwisata, dan berbagai organisasi kepariwisataan untuk mempromosikan Klungkung pada pameran pariwisata internasional.
Tidak hanya sektor pariwisata, Alit mengusulkan penyusunan peta jalan pembangunan empat kecamatan di Kabupaten Klungkung berdasarkan potensi unggulan masing-masing. Menurutnya, Kecamatan Banjarangkan memiliki peluang besar dikembangkan sebagai kawasan wisata alam, wellness tourism, hingga kawasan industri di sepanjang Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.
Menurut Alit, pembangunan yang disesuaikan dengan karakter dan potensi wilayah akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Setiap kecamatan harus memiliki arah pembangunan yang jelas sesuai potensi yang dimiliki. Dengan perencanaan yang tepat dan iklim investasi yang kondusif, saya optimistis PAD Klungkung akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak,” katanya. (*)
