GIANYAR, BALINEWS.ID – Bupati Gianyar I Made Mahayastra meminta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar menjaga integritas, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan dalam menjalankan tugas. Pesan tersebut disampaikan saat melantik 175 pejabat administrator dan pengawas di Taman Maheswara, halaman belakang Kantor Bupati Gianyar, Kamis (27/8/2026).
Mahayastra menegaskan, pejabat harus berani menolak setiap instruksi yang bertentangan dengan ketentuan hukum. Menurutnya, pelaksanaan tugas pemerintahan harus tetap berpedoman pada aturan dan kewenangan masing-masing.
“Jangan pernah menerima perintah yang melanggar hukum. Lakukan pekerjaan sesuai tugas dan aturan yang ada. Jangan melanggar,” tegas Mahayastra.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penyegaran sekaligus penguatan struktur birokrasi Pemkab Gianyar. Para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan mampu mendukung kesinambungan program pembangunan daerah.
Mahayastra mengatakan keberhasilan berbagai program pembangunan Gianyar tidak terlepas dari kemampuan birokrasi menerjemahkan kebijakan pimpinan hingga ke tingkat pelaksanaan. Karena itu, setiap pejabat dituntut bekerja secara detail, terukur dan disiplin.
“Seberapa bagus pun program Bupati kalau birokrasi tidak detail dalam melaksanakannya, itu tidak akan bisa berjalan. Saudara sebenarnya adalah ujung tombak pembangunan Gianyar,” ujarnya.
Ia juga meminta setiap perangkat daerah memiliki mekanisme kerja dan kertas kerja yang jelas. Sistem tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat dipantau, termasuk mengetahui progres, kendala, keterlambatan dan pihak yang bertanggung jawab terhadap tindak lanjut.
Menurut Mahayastra, birokrasi harus membangun budaya kerja yang berorientasi pada penyelesaian. Setiap kebijakan dan arahan pimpinan harus diterjemahkan menjadi program konkret dengan tetap mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan serta APBD.
Koordinasi berjenjang juga menjadi perhatian. Pejabat diminta tidak mengambil keputusan sendiri ketika menghadapi kebijakan yang belum jelas atau membutuhkan penafsiran.
“Kalau saudara jadi kasi, koordinasi dengan kabid. Kalau jadi kabid, dengan kepala dinas. Kalau kepala dinas juga belum mengerti, koordinasikan dengan asisten, dan terakhir sampai di meja saya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahayastra juga menyinggung proses mutasi dan penempatan pejabat yang menurutnya telah dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan profesionalitas. Ia meminta pejabat yang memperoleh tugas baru menjalankan amanah tersebut dengan keyakinan dan penuh pengabdian.
“Semoga ini menjadi pilihan terbaik,” harapnya.
Selain menekankan profesionalitas, Bupati Gianyar mengingatkan seluruh pejabat agar tidak menjadikan jabatan sebagai kesempatan memperoleh penghasilan di luar hak yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jangan pernah berpikir ada sumber lain selain gaji dan TPP,” tandas Mahayastra.
Ia berharap 175 pejabat yang dilantik mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja pemerintahan, menjaga kepercayaan publik, serta melanjutkan pembangunan Gianyar secara profesional dan bertanggung jawab.
Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Kadeck Wira Kesuma Negara sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Gianyar; I Kadek Arnata sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Gianyar; I Made Darma Darsitha sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam; I Wayan Prayana sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan; I Wayan Sumerta sebagai Kepala Bagian Umum; serta Made Sukania Dwiyani Prajnya Paramita sebagai Kepala Bagian Organisasi.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas jajaran birokrasi sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, disiplin, dan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan. (*)
