Slot Header 970×90

Mendunia! 27 Lontar Usada Koleksi Sugi Lanus Dipamerkan di New Delhi, Dibuka Langsung Menlu India

Oleh Matra Durga · null

20 Oktober 2026 pukul 14.06 WITA · 3 menit baca

Pembukaan Pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠 𝑎𝑛𝑑 𝑃𝑟𝑎𝑐𝑡𝑖𝑐𝑒𝑠 , 2026.
Pembukaan Pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠 𝑎𝑛𝑑 𝑃𝑟𝑎𝑐𝑡𝑖𝑐𝑒𝑠 , 2026.

DENPASAR, BALI NEWS ID – Khazanah ilmu pengetahuan kuno Bali kembali bergaung di panggung internasional. Sebanyak 27 manuskrip lontar kuno asli Bali tentang pengobatan (Usada) dan bahasa, dipamerkan dalam eksibisi bergengsi bertajuk “Nirāmayāta: Healing and Wellbeing in South Asian Texts and Practices” di India International Centre (IIC), New Delhi.

Pameran yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 ini dibuka langsung oleh Menteri Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar. Istimewanya, seluruh naskah lontar yang diterbangkan langsung dari Pulau Dewata ini merupakan koleksi pribadi milik filolog dan budayawan ternama Bali, Sugi Lanus.

Gambar berita

Gambar: Pembukaan Pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠 𝑎𝑛𝑑 𝑃𝑟𝑎𝑐𝑡𝑖𝑐𝑒𝑠 , 2026.

Jembatan Peradaban Kuno Bali - India

Dalam laporan yang dihimpun Redaksi Bali News ID, Menlu India Dr. S. Jaishankar mengaku sangat terkesan saat mencermati salah satu masterpiace pameran, yakni Lontar Svaravyanjana. Naskah kuno ini merupakan panduan masyarakat Bali dan Jawa Kuno dalam mempelajari bahasa Sanskerta, yang uniknya turut memuat daftar tanaman obat di lembar bagian belakangnya.

Kepada Menlu India, Sugi Lanus memaparkan catatan historis penting di mana ahli bahasa legendaris sekaligus Anggota Parlemen India, Profesor Raghu Vira, sempat datang ke Bali untuk meneliti naskah ini. Hasil riset tersebut dibukukan pada tahun 1956 dengan judul 'Svara-vyanjana: A Kavi-Balinese and Devanāgarī Script Manual'.

"Manuskrip ini adalah bukti linguistik otentik transmisi pengetahuan Sanskerta ke Bali. Sistem pengobatan tradisional Bali (Usada) secara akar bahasa dan konseptual memang bertalian erat dengan tradisi Ausadha dari Atharva Veda dan Ayurveda di India," ujar Sugi Lanus saat mendampingi Menlu India.

Menlu Jaishankar lewat pernyataan resminya menegaskan pentingnya penyelamatan naskah kuno ini melalui digitalisasi dan pemanfaatan teknologi modern.

"Di dunia yang mengalami perubahan mendalam, pelestarian manuskrip adalah investasi intelektual. Kemajuan India membutuhkan teknologi dan tradisi berjalan beriringan: Vikas Bhi, Virasat Bhi (Pembangunan Sekaligus Warisan Budaya)," tegas Menlu India.

Mengupas 27 Lontar Usada Bali yang Dipamerkan

Eksibisi ini menjadi ruang unjuk gigi bagi kecerdasan lokal (local genius) leluhur Bali dalam memetakan sains medis dan botani. Beberapa naskah utama yang dipamerkan di New Delhi meliputi:

  • Farmakologi & Kamus Botani: Lontar Tegesing Krtabasa & Usada Dasanama yang mengulas arti nama tanaman obat.

  • Filsafat Anatomi Tubuh: Lontar Usada Buda Kecapi yang membedah dialog mistis energi Tri Murti dalam menjaga fungsi organ dalam manusia.

  • Sains Botani Spiritual: Lontar Taru Premana yang memuat teks legendaris dialog Mpu Kuturan bersama tumbuh-tumbuhan yang menjabarkan khasiat medis dirinya sendiri.

  • Metode Klinis & Diagnostik: Lontar Ciri Wong Lara & Usada Tanya Lara sebagai panduan visual praktis para Balian (praktisi pengobatan Bali) untuk memeriksa gejala fisik dan wawancara medis pasien.

  • Kesehatan Ibu & Anak: Lontar Usada Manak & Usada Rare yang mengatur protokol kebidanan tradisional serta ramuan herbal ramah anak.

  • Epidemiologi Kuno: Lontar Rogha Sangghara Gumi, sebuah catatan krusial berbasis empiris masyarakat Bali dalam memitigasi bencana wabah massal (gríng agung) lewat penanganan medis-praktis maupun spiritual.

  • Kronobiologi Tradisional: Lontar Tekaning Gering Manut Sasih yang memetakan potensi munculnya penyakit musiman berdasarkan kalender Sasih dan Wuku (melalui bagan visual Tika).

Pameran ini mempertegas bahwa naskah Bali tidak berdiri soliter, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kesehatan Asia. Ini terbukti dengan dipajangnya teks mantra penyembuhan seperti Rama Kavaca, Pasupati Mantra, hingga konsep penyucian air Sapta Ganga.

Bagi masyarakat Bali, langkah yang diambil Sugi Lanus membawa 27 naskah ini ke New Delhi bukan sekadar pameran dokumenter, melainkan diplomasi kebudayaan tingkat tinggi yang menyejajarkan warisan Usada Bali dengan tradisi kesehatan global dunia.


𝐈𝐍𝐅𝐎𝐑𝐌𝐀𝐒𝐈 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍

  • Eksibisi: Nirāmayāta: Healing and Wellbeing in South Asian Texts and Practices

  • Lokasi: Art Gallery, Kamaladevi Complex, India International Centre (IIC), New Delhi (0:08)

  • Jadwal: 12–18 Oktober 2026 (Pukul 11:00 – 19:00 IST / Terbuka untuk umum)

Matra Durga

Matra Durga

Putu Durga Laksmi Devi (b. 2002), yang biasa dipanggil Matra Durga, merupakan seniman rupa dan penulis asal Klungkung, Bali. Kiprahnya sering kali berakar pada kontemplasi pengalaman sebagai perempuan Bali dalam membaca fenomena-fenomena hari ini.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.