TABANAN, BALINEWS.ID — Usai peristiwa tragis pencurian ayam maut di di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian penuh kepada anak-anak yang terdampak musibah tersebut. Perhatian ini diberikan tanpa membeda-bedakan, mencakup anak-anak dari pihak korban di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, maupun anak-anak dari pihak pelaku di Juwuk Legi, Tabanan.
Dalam keterangannya, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi yang menyelimuti keluarga besar di Baturiti dan Buleleng tersebut. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan di tengah situasi yang sulit.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi di Baturiti dan Buleleng. Dalam situasi seperti ini, kita semua harus berdiri di atas nilai-nilai kemanusiaan. Hukum harus tetap berjalan dan prosesnya kita percayakan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Sanjaya.
Fokus Perlindungan Anak dan Masa Depan Pendidikan
Bupati Sanjaya menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kondisi psikologis dan masa depan anak-anak yang ditinggalkan tetap terlindungi secara optimal.
Untuk meminimalkan dampak psikososial jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan skema bantuan serta santunan khusus yang ditujukan untuk menjamin keberlanjutan hidup dan pendidikan mereka.
Penanganan Hukum: Mengawal penuh proses hukum yang berlaku dan menyerahkannya secara profesional kepada pihak kepolisian.
Bantuan dan Santunan: Menghadirkan bantuan sosial dan santunan bagi anak-anak terdampak, baik dari pihak korban maupun pihak yang disangkakan.
Jaminan Pendidikan: Memastikan fasilitas pendidikan anak-anak tetap terpenuhi agar mereka dapat terus bersekolah dan menatap masa depan dengan baik.
“Yang terpenting, jangan sampai anak-anak menjadi korban berikutnya. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan memberikan perhatian dan santunan kepada anak-anak, baik anak-anak yang menjadi korban maupun anak-anak dari pihak yang tersangkakan. Kami akan hadir dan membantu sesuai kebutuhan, khususnya dalam bidang pendidikan, agar mereka tetap memiliki masa depan dan dapat melanjutkan kehidupan dengan baik,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan trauma mental keluarga yang ditinggalkan serta menjadi bukti hadirnya negara dan nilai kemanusiaan di tengah duka masyarakat.
