ABIANSEMAL, BALINEWS.ID – Perselisihan akibat kesalahpahaman antara pemilik Sintya Tailor, Ibu Sintya, dengan pelanggannya, Hilda, akhirnya resmi berakhir damai. Kasus yang sempat viral dan memicu perhatian luas di media sosial tersebut diselesaikan melalui proses mediasi yang dihadiri oleh Anggota DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, bersama Kapolsek Abiansemal.
Mediasi yang mempertemukan kedua belah pihak secara langsung tersebut berhasil mencairkan ketegangan dan menghasilkan kesepakatan bersama secara kekeluargaan.
“Di masa sidang dan reses, saya bersama Kapolsek, menjadi atensi kami telah hadirkan dua pihak masalah jahitan baju antara ibu Sinyta dan mbak Hilda (pekerja Indomaret dari Lombok). Kami sudah dengar penjelasan dan unek-unek. Mereka sepakat berdamai,” ujar Arya Wedakarna dalam unggahan video di akun media sosial resminya.
Permohonan Maaf dan Klarifikasi Ibu Sintya
Dalam forum mediasi tersebut, Ibu Sintya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas kegaduhan yang sempat terjadi di media sosial.
“Saya minta maaf apa yang terjadi. Tidak sampai pikiran saya bisa sampai sedunia, se-Indonesia, seluruh Bali. Saya meminta maaf, selaku orang Bali, tidak ada maksud menghina agama lain, suku lain. Tidak ada. Saya tidak akan mengulangi lagi kasus ini,” ungkapnya.
Secara langsung, Ibu Sintya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Hilda atas sikapnya.
“Saya minta maaf kalau ibu kasar,” pintanya.
Hilda Minta Maaf Menyebarkan Video
Sikap saling memaafkan juga ditunjukkan oleh Hilda. Ia menyampaikan permohonan maaf atas pengunggahan video yang menjadi pemicu viralnya permasalahan ini, serta atas ketidaknyamanan yang sempat ditimbulkan.
“Saya juga minta maaf telah mengganggu saat makan,” terangnya.
Pengecilan Pakaian Selesai dan Pembayaran Tuntas
Selain kesepakatan damai secara lisan dan tertulis, pengerjaan pengecilan baju yang menjadi inti awal persoalan dilaporkan telah selesai dikerjakan, dan seluruh urusan pembayaran antar kedua belah pihak juga telah diselesaikan dengan beres.
Sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan interaksi antara penjahit dan pelanggan tersebut viral di berbagai platform media sosial lantaran memuat lontaran perkataan yang dinilai kurang pantas. Namun, dengan mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan jiwa besar dari kedua belah pihak, permasalahan tersebut kini telah dinyatakan tuntas secara damai.
