NEW DELHI, BALINEWS.ID – Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengimbau masyarakat untuk menunda pembelian emas setidaknya selama satu tahun guna menjaga cadangan devisa negara. Seruan tersebut dinilai cukup mengejutkan mengingat emas memiliki posisi penting dalam budaya dan ekonomi masyarakat India.
“Selama setahun, untuk acara apa pun, kita tidak boleh membeli perhiasan emas,” kata Modi dikutip bcasekuritas.co.id. Warga juga diminta untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dan perjalanan luar negeri yang tidak perlu. India menghabiskan banyak uang untuk mengimpor emas ke negara itu, dan masyarakat harus menahan diri dari pembelian yang tidak penting, katanya.
Imbauan itu muncul di tengah tekanan ekonomi akibat perang di Timur Tengah dan krisis energi yang memperlebar defisit perdagangan India serta melemahkan nilai tukar rupee. Emas sendiri menjadi salah satu komoditas impor terbesar India setelah minyak, sementara negara tersebut tercatat sebagai importir emas batangan terbesar kedua di dunia.
Di India, emas bukan sekadar barang investasi. Logam mulia tersebut melekat kuat dalam tradisi masyarakat, mulai dari tabungan keluarga hingga kebutuhan pernikahan dan festival keagamaan yang dipercaya membawa keberuntungan.
Belum diketahui sejauh mana masyarakat akan mengikuti seruan pemerintah tersebut. Namun, pasar langsung merespons pernyataan Modi dengan pelemahan saham sejumlah perusahaan perhiasan lokal pada perdagangan Senin.
Titan Company, produsen perhiasan terbesar di India, tercatat turun hingga 6,6 persen di Mumbai. Sementara itu, Senco Gold dan Kalyan Jewellers India masing-masing melemah hingga 10,8 persen dan 9,5 persen.
Di sisi lain, bank-bank India belakangan juga menghadapi kendala impor emas akibat hambatan administratif. Kondisi tersebut diperkirakan dapat membantu memperbaiki neraca perdagangan India pada April lalu.

