GIANYAR, BALINEWS.ID – Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kabupaten Gianyar terus mendorong lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi melalui penyelenggaraan Gianyar Dancesport Festival (GDF) 2026. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026 di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kabupaten Gianyar.
Kegiatan yang rencananya bakal dimulai pukul 08.00 Wita tersebut akan mempertandingkan dan menampilkan puluhan kategori, mulai dari kelompok syllabus, junior, line dancesport, solo, synchronize, hingga kategori novice dan Free For All (FFA).
Ketua Pengcab IODI Kabupaten Gianyar I Ketut Gede Agus Adi Saputra mengatakan, Gianyar Dancesport Festival merupakan kegiatan lanjutan untuk merangkul calon-calon atlet dancesport di Kabupaten Gianyar.
Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan setelah pelaksanaan bimbingan teknis atau bimtek yang sebelumnya diikuti para guru.
“Event ini merupakan kegiatan lanjutan untuk merangkul bakal calon atlet di Kabupaten Gianyar. Sekaligus kami ingin melihat keberlanjutan dari hasil bimtek yang sudah dilaksanakan, termasuk perkembangan pembinaan yang dilakukan oleh guru-guru kepada anak didiknya,” ujar Adi Saputra yang didampingi I Made Yoga Wiratama, S.Ked dari Bidang Bina Prestasi.
Menurutnya, sekolah-sekolah juga diundang untuk berpartisipasi dalam Gianyar Dancesport Festival. Kategori yang dipertandingkan telah dipisahkan antara kelompok junior dan peserta yang telah lama mengikuti dancesport.
Pemisahan kategori tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta, khususnya anak-anak usia sekolah, untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi sesuai tingkat pembinaannya.
“Harapannya tentu melalui event perlombaan, kompetisi dan festival seperti ini dapat menambah minat, mengembangkan bakat, sekaligus meningkatkan prestasi atlet dancesport di Gianyar,” katanya.
Dalam Gianyar Dancesport Festival 2026, sejumlah nomor akan dibuka, di antaranya Syllabus Cha Cha, Rumba dan Jive, Junior Syllabus Cha Cha, Rumba dan Jive, serta Line Dancesport untuk kategori lama maupun kategori baru.
Selain itu, panitia juga membuka kategori Solo Cha Cha, Solo Jive, Solo Rising Star Latin, Solo Waltz, Solo Quickstep, Solo Rising Star Standard, Synchronize, Junior Synchronize, Free For All (FFA), Novice Latin, Novice Standard hingga Grup Syllabus.
Beragamnya kategori tersebut diharapkan mampu memberikan ruang kompetisi bagi peserta dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan.
Adi Saputra menambahkan, pembinaan dancesport di Gianyar perlu dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan, bimtek hingga kompetisi dan festival.
Menurutnya, keberadaan event seperti Gianyar Dancesport Festival menjadi sarana penting untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus mencari potensi-potensi baru yang dapat dibina menjadi atlet berprestasi.
Lebih jauh, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mempersiapkan Gianyar sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga dancesport.
Hal ini sejalan dengan pembangunan Gianyar Sport Centre yang nantinya diharapkan dapat menjadi pusat berbagai kegiatan olahraga, termasuk menjadi lokasi penyelenggaraan event dancesport berskala nasional hingga internasional.
“Ke depan kami berharap Gianyar Sport Centre juga dapat menjadi tempat penyelenggaraan event dancesport berskala internasional. Karena itu, sejak sekarang perlu dilakukan pembinaan dan pencarian bibit atlet secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Gianyar Dancesport Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga dancesport sekaligus melahirkan generasi atlet Gianyar yang mampu bersaing di berbagai tingkatan prestasi. (*)
