DENPASAR, BALINEWS.ID – Empat putra-putri terbaik Bali yang memboyong suara emas resmi bergabung dalam Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Mereka dijadwalkan tampil mengiringi Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Sebelum tampil di panggung kenegaraan, keempat wakil Bali ini menjalani pemusatan latihan dan karantina intensif di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, sejak 1 Agustus 2026 bersama perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.
Keempat personel berprestasi tersebut adalah:
Sri Agung Wulandewi Putri Laksana (Sopran) – Kelahiran Denpasar, 30 Juli 2007 (Nilai Audisi: 1.269)
Nathan Shane Gunawan (Tenor) – Kelahiran Surabaya, 30 Oktober 2007 (Nilai Audisi: 1.263)
Adiel Mintarja (Alto) – Kelahiran Ampenan, 1 November 2003 (Nilai Audisi: 1.221)
A.A. Ngurah Bagus Adibrata Hanulup (Bass) – Kelahiran Denpasar, 6 Januari 2010 (Nilai Audisi: 1.211)
Mereka berhasil menembus tingkat nasional setelah melalui seleksi ketat yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali pada 13 Juli 2026. Di tingkat nasional, keempatnya bergabung dengan 152 peserta paduan suara dari 48 provinsi serta didukung oleh 70 pemain orkestra.
Perjuangan Seleksi dan Pengalaman Pertama
Salah satu personel, Nathan Shane Gunawan, mengaku bersyukur dan tidak menyangka bisa lolos pada kesempatan pertamanya mengikuti seleksi GBN. Saat audisi, para peserta diuji membawakan lagu wajib perjuangan, tes pembacaan not balok, hingga jangkauan vokal.
“Pengumumannya juga dilakukan pada hari itu juga. Saya menyanyikan lagu Sepasang Mata Bola saat audisi,” ungkap Nathan.
Lulusan SMKS Wira Harapan, Dalung, Badung ini mengungkapkan bahwa motivasi utamanya bergabung dengan GBN adalah keinginan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa melalui talenta bermusik. Tampil di Istana Merdeka menjadi impian sekaligus pengalaman berharga dalam hidupnya.
Kedisiplinan Tinggi Selama Karantina
Selama pemusatan latihan di Depok, para peserta dihadapkan pada jadwal latihan yang padat dan disiplin tinggi. Aktivitas harian dimulai sejak pukul 04.30 WIB, diawali dengan pembersihan area kamar, olahraga, apel pagi, hingga sesi latihan vokal yang berlangsung hingga pukul 20.30 WIB.
“Latihan dilakukan sesuai kelompok suara masing-masing sebelum dilanjutkan dengan latihan gabungan (tutti),” terang Nathan.
Menariknya, selama sesi latihan, penggunaan telepon genggam dibatasi sehingga mempererat kebersamaan antarpeserta dari berbagai wilayah Nusantara. Nathan yang berbagi kamar dengan peserta asal NTT, NTB, dan Kalimantan Barat memanfaatkan waktu istirahat untuk saling bertukar cerita budaya daerah.
Guna menjaga kualitas vokal di tengah jadwal yang padat, Nathan rutin mengonsumsi air putih dan mengunyah kencur yang disediakan oleh panitia. Ia berharap seluruh tim GBN 2026 dapat memberikan penampilan terbaik dan khidmat pada puncak Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan nanti.
