Tiga Orang Tewas Akibat Campak di AS, Perlukah Bali Waspada?

PENNSYLVANIA, BALINEWS.ID — Tiga orang dilaporkan tewas akibat komplikasi campak di Pennsylvania, Amerika Serikat, di tengah meningkatnya kasus penyakit ini di negara tersebut.

Pihak kesehatan menekankan pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit yang seharusnya sudah tereliminasi.

Greg Furlong, pemeriksa medis untuk Jefferson County, menyatakan bahwa seorang wanita berusia 40 tahun meninggal akibat campak pada Sabtu (12/9/2026).

Menurut laporan The Washington Post, wanita tersebut tidak divaksinasi.

Dua kematian lainnya di Pennsylvania terjadi pada Agustus lalu di Lancaster County, yang memiliki populasi Amish dengan tingkat vaksinasi lebih rendah. Kedua korban juga tidak divaksinasi.

BACA JUGA :  99 Persen Produk AS Bebas Tarif Masuk Indonesia, Kecuali Miras dan Daging Babi

Menurut Centers for Disease Control, terdapat 3.294 kasus campak di AS pada 2026, tersebar di lebih dari 45 negara bagian.Di Pennsylvania, tercatat 676 kasus dengan 108 kasus baru dalam seminggu terakhir.

Penyakit campak dinyatakan tereliminasi di AS pada tahun 2000, namun muncul kembali dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa ahli mengaitkannya dengan meningkatnya skeptisisme terhadap vaksin.

Pemerintah Pennsylvania dan otoritas kesehatan setempat telah memperingatkan warga untuk mengambil langkah perlindungan, mengingat campak adalah penyakit yang sangat menular dan berpotensi mematikan.

BACA JUGA :  Alarm Bahaya! Indonesia Duduki Peringkat Dua Negara Paling Rentan Penipuan

Berita ini relevan bagi pembaca di Indonesia karena menunjukkan pentingnya vaksinasi dalam kesehatan publik, yang juga menjadi perhatian di Indonesia.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya