BADUNG, BALINEWS.ID – Pendiri dan Pembina Yayasan Artha Graha Peduli, Tomy Winata, menegaskan optimisme terhadap masa depan Bali sebagai destinasi pariwisata dan investasi kelas dunia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ia menilai Indonesia, khususnya Bali, masih memiliki prospek yang sangat baik untuk pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Tomy Winata saat menghadiri rangkaian kegiatan peringatan 36 tahun beroperasinya Discovery Kartika Plaza Hotel di Kuta, Badung.
Menurut Tomy, keberhasilan Discovery Kartika Plaza Hotel bertahan dan tetap relevan selama lebih dari tiga dekade merupakan hasil kerja keras manajemen serta dukungan penuh dari Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) dan Inkopad.
“Program berjalan, renovasi berjalan, dan sampai sekarang tetap eksis. Saya mendapat informasi dari manajemen bahwa sudah dimulai berbagai roadshow menuju perayaan ulang tahun hotel pada Oktober mendatang,” ujarnya.
Tomy mengatakan Indonesia masih menjadi negara yang menjanjikan bagi para investor meskipun ekonomi dunia menghadapi berbagai tantangan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi.
“Indonesia dibutuhkan oleh dunia. Yang penting kita sebagai bangsa Indonesia bersatu dan tidak terpengaruh oleh kompor-kompor atau provokasi. Kita optimistis saja terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Terkait dampak penguatan dolar Amerika Serikat terhadap dunia usaha, Tomy mengingatkan para pelaku usaha agar tetap berhati-hati dalam melakukan investasi.
“Yang penting jangan over investasi. Investasi harus sesuai kemampuan dan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. Kalau itu dijalankan, saya kira tidak ada masalah,” ujarnya.
Mengenai Bali, Tomy menilai Pulau Dewata memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar sektor pariwisata. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Bali ditopang oleh berbagai sektor mulai dari akomodasi, ekonomi kreatif, kuliner, seni budaya hingga wisata sejarah dan religi.
“Bali bukan hanya pariwisata. Ada akomodasi, ekonomi kreatif, kuliner, seni budaya, objek sejarah dan wisata religi. Bali juga merupakan salah satu pusat kekuatan agama Hindu yang diakui dunia,” katanya.
Ia juga optimistis terhadap upaya pemerintah menjadikan Bali sebagai salah satu pusat investasi dunia. Menurutnya, daya tarik Bali masih sangat kuat bagi investor maupun wisatawan internasional.
Menanggapi berbagai persoalan yang muncul akibat pertumbuhan sektor pariwisata, Tomy mengajak seluruh pihak untuk mencari solusi bersama daripada hanya mengeluhkan masalah.
“Setiap pertumbuhan pasti ada dampaknya. Kita harus bergotong royong menyelesaikan persoalan yang ada. Jangan hanya curhat masalah. Dunia usaha juga bisa berkontribusi melalui program CSR dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Tomy menegaskan bahwa setiap program pembangunan dan investasi yang diterima masyarakat Bali serta sejalan dengan budaya lokal perlu terus didorong demi kemajuan daerah.
“Selama masyarakat Bali menerima, budaya Bali menerima, dan itu memungkinkan untuk dikerjakan, maka jalan terus,” tegasnya.
Peringatan 36 tahun Discovery Kartika Plaza Hotel sendiri akan diramaikan dengan berbagai kegiatan promosi dan roadshow menjelang perayaan puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus tujuan investasi yang kompetitif di tingkat global.
