BADUNG, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menjadi rujukan daerah lain dalam pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD). Kali ini, Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari strategi Badung dalam mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi dari sektor pariwisata dan industri hospitality.
Kunjungan yang dipimpin Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari diterima langsung Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta di Ruang Nayaka Gosana I, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (30/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Kendal. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat kerja sama antardaerah sekaligus bertukar pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan, khususnya dalam upaya meningkatkan PAD secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, sektor pariwisata masih menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Badung. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat sistem pengelolaan pajak dan retribusi melalui digitalisasi layanan, peningkatan pengawasan, serta mendorong kepatuhan wajib pajak.
“Optimalisasi PAD harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Kami terus berupaya menangani persoalan kemacetan, pengelolaan sampah, dan berbagai tantangan lainnya agar kualitas pariwisata Badung tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari keberhasilan Badung dalam mengelola potensi daerah menjadi sumber pendapatan yang signifikan.
Menurutnya, meski Kabupaten Kendal memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7,99 persen, nilai PAD yang diperoleh masih jauh dibandingkan Kabupaten Badung.
“Kami ingin belajar bagaimana Badung mengembangkan sektor pariwisata dan mengoptimalkan PAD, termasuk melalui pemberdayaan desa wisata. Harapannya, ada program-program yang dapat kami adaptasi sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi antara Kabupaten Kendal dan Kabupaten Badung,” kata Dyah.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah berharap dapat memperkuat kolaborasi, berbagi inovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah, serta menciptakan peluang kerja sama yang mampu memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masing-masing wilayah.
