Upacara Massal MSWP Klungkung Diserbu Umat, Biaya Ringan Tanpa Kurangi Makna Suci

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Kabupaten Klungkung kembali memfasilitasi pelaksanaan upacara yadnya secara massal guna membantu meringankan beban umat Hindu. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Banjar Adat Pande Galiran ini mencapai puncaknya pada Sabtu (25/4/2026).

Upacara massal tersebut meliputi rangkaian Atma Wedana dan Manusa Yadnya yang terbuka untuk umum, tidak terbatas bagi warga Pande saja. Ketua Panitia Karya, Jero Mangku I Nyoman Srimurti, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melaksanakan yadnya dengan biaya lebih terjangkau tanpa mengurangi nilai sakral maupun kelengkapan upacara.

BACA JUGA :  Dua Pengurus Yayasan Tilep Uang Sewa Kontrak Tanah Senilai Rp 180 Juta

“Seluruh sarana upacara sudah disiapkan panitia, sehingga peserta hanya menanggung biaya pokok serta perlengkapan persembahyangan,” ujarnya.

Adapun jenis upacara yang dilaksanakan dalam kegiatan ini di antaranya Ngeroras (Atma Wedana), mendak nuntun, meajar-ajar, nilapati, serta rangkaian Manusa Yadnya seperti mapetik, munggah deha/teruna, metatah (mepandes), mekala-kalaan, meparisuda, hingga srada nugraha Brahma.

Partisipasi masyarakat cukup tinggi. Tercatat sebanyak 218 peserta mengikuti berbagai rangkaian upacara, dengan rincian 47 sawa untuk Ngeroras, 96 peserta metatah, 35 munggah deha/teruna, serta puluhan peserta pada jenis upacara lainnya.

Dari sisi pembiayaan, kegiatan ini dinilai sangat membantu masyarakat. Biaya yang dikenakan berkisar mulai Rp300 ribu hingga Rp6 juta untuk Atma Wedana. Sementara upacara metatah hanya sekitar Rp500 ribu, jauh lebih ringan dibandingkan pelaksanaan mandiri yang dapat mencapai puluhan juta rupiah.

BACA JUGA :  Buruh Asal Semarang Tewas di Proyek Wilayah Keliki, Malam Hari Terlihat Sendirian

Pelaksanaan upacara ini juga melibatkan delapan sulinggih, dengan tiga di antaranya memuput puncak karya. Rangkaian kegiatan turut dilanjutkan dengan prosesi mendak nuntun ke Pura Goa Lawah dan meajar-ajar ke Pura Besakih. Sebelumnya, upacara Nilapati telah dilaksanakan pada 28 April 2026, dan seluruh rangkaian ditutup dengan upacara mejauman pada 29 April 2026.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, yang ditandai dengan kehadiran Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Anom, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah dan Pemerintah Provinsi Bali.

BACA JUGA :  Pasar Murah Digelar di Nyalian, Wabup Tjok Surya: Bantu Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga

Pendanaan kegiatan bersumber dari kas organisasi MSWP Klungkung, Koperasi Amrta Semaya, punia peserta, bantuan pemerintah daerah dan provinsi, serta dukungan pihak swasta dan perorangan.

Melalui kegiatan ini, MSWP Klungkung terus berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya, sekaligus memberikan kemudahan bagi umat dalam menjalankan kewajiban yadnya secara layak dan terjangkau. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya