VIRAL, BALINEWS.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengeluhkan akun mereka tiba-tiba diblokir. Sebagian pengguna mendapat notifikasi bahwa akun sedang ditinjau, sementara lainnya tidak lagi dapat menggunakan layanan WhatsApp.
Dikutip dari CNBC, seorang pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menemukan pola yang menarik dalam sejumlah kasus tersebut. Beberapa akun yang terkena pemblokiran tercatat mengirim pesan secara massal atau broadcast berisi tautan judi online kepada nomor-nomor yang tidak dikenal. Padahal, pemilik akun mengaku tidak pernah mengirimkan pesan tersebut.
Menurutnya kondisi itu perlu mendapat perhatian karena aktivitas spam tersebut muncul pada akun yang sebelumnya tidak merasa melakukan pelanggaran. Ia menyebut terdapat sejumlah kemungkinan yang dapat menyebabkan akun digunakan untuk mengirim pesan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Tiga modus yang ditemukan antara lain penyewaan akun WhatsApp, peretasan akun, serta pencurian sesi atau session hijacking melalui perangkat lunak pihak ketiga.
Penggunaan verifikasi dua langkah juga belum tentu sepenuhnya mencegah pengambilalihan akun. Dalam sejumlah kasus, akses dapat diperoleh melalui proses penautan perangkat dengan memindai kode QR, sehingga pengguna perlu memperhatikan perangkat apa saja yang terhubung ke akun WhatsApp mereka.
Persoalan ini juga tengah mendapat perhatian pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Meta selaku perusahaan yang menaungi WhatsApp. Pemerintah meminta agar persoalan tersebut segera ditangani sehingga tidak mengganggu akses masyarakat terhadap layanan WhatsApp.
Di tengah banyaknya laporan, WhatsApp juga mengakui adanya kemungkinan kesalahan pada sistem pendeteksian mereka. Platform tersebut menyatakan pemblokiran dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan layanan, tetapi sistem tetap dapat melakukan kesalahan dalam kondisi tertentu. WhatsApp menyebut akan berupaya memperbaiki kesalahan tersebut dan memulihkan akses pengguna yang terdampak.
Pengguna WhatsApp disarankan rutin memeriksa perangkat yang tertaut, tidak sembarangan memindai kode QR, serta segera menghapus perangkat yang tidak dikenali. Langkah tersebut penting untuk mencegah akun dimanfaatkan pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. (*)
