GIANYAR, BALINEWS.ID – Anggota DPR RI, I Nyoman Parta, menyatakan komitmennya untuk menggalang aksi solidaritas dan dana bantuan bagi I Komang Ariawan, seniman karawitan asal Banjar Palak, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar. Langkah ini diambil setelah rumah sang seniman ludes terbakar tanpa sisa saat ditinggal pentas dalam acara penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB), Sabtu (11/7/2026) malam.
Politikus senior PDI Perjuangan asal Desa Guwang, Sukawati tersebut langsung turun meninjau lokasi reruntuhan rumah korban pada Minggu (12/7/2026) pagi, sesaat setelah mendengar kabar duka di sela agenda kegiatannya.
“Tadi saya pas mengikuti acara jalan santai di Batuyang (Batubulan), saya dengar ada rumah seniman kita yang ludes terbakar saat yang bersangkutan sedang pentas di PKB. Jadi saya langsung ke sini, melihat kondisinya langsung,” ujar Nyoman Parta di lokasi kejadian.
Prihatin: Lima Penghuni Kehilangan Tempat Tinggal, Mesin Kredit Ikut Hangus
Rasa prihatin mendalam tampak jelas dari raut wajah Parta saat berdialog dengan pihak keluarga. Pasalnya, kebakaran hebat ini membuat lima orang penghuni rumah kini telantar dan kehilangan tempat tinggal. Mereka hanya memiliki pakaian yang melekat di badan saat musibah terjadi.
Lebih tragis lagi, kebakaran tersebut turut melumat satu unit mesin oven yang status pembayarannya masih dalam masa kredit. Mesin tersebut sedianya baru saja disiapkan korban untuk merintis usaha baru demi menopang ekonomi keluarga.
“Semuanya ludes, tidak tersisa satupun barang berharga. Bahkan isi brankas pun semua ludes terbakar,” ungkap Nyoman Parta dengan nada getir.
Mengingat rekam jejak Komang Ariawan—pria kelahiran Banjar Babakan yang selama ini mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian seni gender wayang dan karawitan Bali—Nyoman Parta menegaskan seniman yang telah berjasa bagi kebudayaan daerah tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri dalam masa sulit ini.
Aksi galang dana dikerahkan secara cepat agar korban dapat segera merenovasi tempat tinggalnya kembali.
Kronologi Penanganan Kebakaran
Kebakaran yang melanda dua unit bangunan masing-masing berukuran 10 x 10 meter dan 12 x 4 meter tersebut sejatinya mendapat penanganan kilat dari petugas pemadam kebakaran.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Gianyar, I Putu Yudanegara, menjelaskan bahwa Pos Damkar Sukawati yang berjarak dekat membuat penyerangan api bisa dilakukan dengan cepat. Namun, kondisi rumah yang kosong membuat api terlanjur menyebar luas di bagian dalam sebelum terdeteksi warga sekitar pukul 20.30 WITA.
“Malam itu Pos Damkar Sukawati menerima laporan dan kurang dari satu menit personel sudah tiba di lokasi. Namun saat petugas datang, api sudah berkobar cukup besar karena rumah dalam keadaan kosong,” kata Yudanegara.
Proses pemadaman total membutuhkan waktu cukup intensif dengan mengerahkan empat armada pemadam kebakaran Kabupaten Gianyar hingga api benar-benar padam total menjelang tengah malam.
Total Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Meski dipastikan tidak ada korban jiwa karena seluruh penghuni sedang berada di luar rumah, kerugian materiil ditaksir menembus angka Rp1 miliar.
Selain bangunan yang rata dengan tanah, sejumlah barang berharga yang ikut hangus meliputi:
1 unit mesin oven (masih kredit)
2 unit sepeda motor listrik
1 unit sepeda gayung
2 tabung LPG 3 kilogram
Dokumen dan barang berharga di dalam brankas
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti peristiwa ini. Dugaan awal dari hasil olah TKP sementara mengarah pada terjadinya korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
