UBUD, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali melakukan audiensi dengan manajemen Mandala Suci Wenara Wana pada Selasa (14/4). Pertemuan tersebut membahas berbagai masukan dari pelaku industri perjalanan wisata terkait pengelolaan destinasi, sekaligus memperkuat sinergi antara agen perjalanan dan pengelola objek wisata unggulan di Ubud.
Wakil Kepala Bidang Destinasi ASITA Bali, I Wayan Subratha, menyampaikan bahwa audiensi berjalan positif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
“Kami beraudensi dengan manajemen Monkey Forest dan diterima langsung oleh General Manager beserta tim. Apa yang selama ini kami keluhkan di destinasi, hari ini sudah terjawab. Pihak manajemen sangat welcome terhadap usulan-usulan kami dan semuanya dapat diterima dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin diharapkan dapat terus ditingkatkan ke depannya, tidak hanya dengan Monkey Forest tetapi juga dengan destinasi lainnya di Bali. Hal ini dinilai penting guna menciptakan pelayanan wisata yang lebih optimal bagi wisatawan.
Sementara itu, General Manager Mandala Suci Wenara Wana, A.A. Bagus Bhaskara, menyambut baik pertemuan tersebut dan membuka peluang kolaborasi lebih luas.
“Kami berkesempatan bertemu dengan pengurus ASITA Bali dan mendapatkan banyak informasi tambahan,” ujarnya.
Pihaknya berharap, adanya sinergi antara ASITA Bali dengan Monkey Forest Ubud akan meningkatkan kualitas layanan demi kebaikan pariwisata Bali.
“Ke depan kami akan segera melakukan kolaborasi agar bisa lebih bersinergi antara Monkey Forest dan ASITA Bali demi kebaikan pariwisata Bali,” ungkapnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama antara pengelola destinasi dan pelaku industri pariwisata. (*)
