Banyak Warga Bali Kerja di Pesiar, Muncul Hantavirus di MV Hondius, Diskes Waspada

Ilsutrasi kapal pesiar yang berlayar dengan ancaman Hantavirus di Eropa.
Ilsutrasi kapal pesiar yang berlayar dengan ancaman Hantavirus di Eropa.

DENPASAR, BALINEWS.ID – Munculnya wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik menuju Eropa memunculkan kewaspadaan di Bali. Pasalnya, cukup banyak warga Bali yang bekerja di sektor kapal pesiar internasional.

Berdasarkan informasi terbaru hingga Mei 2026, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi hantavirus dalam pelayaran tersebut. Korban terdiri atas pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.

Virus yang merebak di kapal itu diidentifikasi sebagai tipe Andes (Andes Virus), yakni jenis hantavirus langka yang dapat menular antarmanusia. Kondisi ini berbeda dengan hantavirus pada umumnya yang biasanya hanya menular dari hewan pengerat seperti tikus ke manusia.

BACA JUGA :  Amerika Panik! AI Baru Buatan China Saingi OpenAI, Nvidia Sampai Rugi Miliaran

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus maupun pasien yang diduga terinfeksi hantavirus di Bali.

“Sementara belum ditemukan. Kami tetap waspada dengan sistem surveilans yang sudah berjalan, memantau perkembangan kasus suspek yang mengarah faktor risiko Hantavirus atau penyakit lain yang berpotensi KLB,” ujar Gusti Ayu Raka, Minggu (10/5).

Raka menjelaskan, hantavirus dikenal sebagai virus yang ditularkan melalui hewan pengerat dan dapat menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan manusia.

BACA JUGA :  Kapal Pesiar MV. Le Laperouse Bertandang di Pelabuhan Benoa Bali

“Dari jenis virus dan penularan, kalau Hanta ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus, dan dapat menimbulkan gejala pada saluran pernapasan,” jelas dia.

Ia juga menegaskan bahwa Bali telah memiliki sistem surveilans kesehatan untuk memantau berbagai penyakit yang berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa (KLB). Pengawasan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, puskesmas hingga rumah sakit.

“Bila ada suspek dengan keluhan penularan virus Hanta dan faktor risiko, lapor segera untuk  penyelidikan epidemiologi,” tutup dia.

BACA JUGA :  Gula Darah Rendah: Penyebab, Gejala, dan Dampaknya yang Penting untuk Diketahui

 

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya