TABANAN, BALINEWS.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan memanfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memberikan pendidikan demokrasi kepada peserta didik baru di SMA Negeri 1 Selemadeg, Selasa (14/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, para pelajar dibekali pemahaman mengenai pentingnya partisipasi dalam menjaga kualitas demokrasi.
Mengusung tema “Membangun Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula”, Bawaslu memperkenalkan peran pemilih muda dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas, terutama menjelang Pemilu 2029.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, mengatakan pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan arah demokrasi ke depan. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilihnya ketika telah memenuhi syarat, tetapi juga ikut berperan aktif mengawasi jalannya proses demokrasi.
Menurutnya, pemilih muda perlu memiliki keberanian menolak politik uang, bijak menyikapi informasi yang beredar, serta tidak ragu melaporkan dugaan pelanggaran pemilu apabila menemukannya.
“Demokrasi yang berkualitas membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat, termasuk generasi muda. Integritas harus menjadi landasan dalam menggunakan hak pilih maupun mengawasi jalannya pemilu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Narta juga menilai lingkungan sekolah menjadi ruang yang tepat untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi. Salah satu contohnya adalah proses pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang dinilai memiliki tahapan serupa dengan pelaksanaan pemilu, mulai dari pencalonan, kampanye, pemungutan suara hingga penerimaan hasil pemilihan.
Ia mengajak para siswa menjadikan pengalaman tersebut sebagai sarana belajar menghargai perbedaan pilihan, menjunjung sportivitas, dan memahami pentingnya proses demokrasi yang jujur serta adil.
Selain memberikan pemahaman mengenai kepemiluan, Bawaslu juga mengingatkan peserta MPLS agar lebih bijak menggunakan media sosial. Pelajar didorong memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan informasi yang benar dan edukatif serta menghindari penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian yang berpotensi memecah persatuan.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Bawaslu Tabanan berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran politik, berintegritas, serta siap menjadi pemilih cerdas sekaligus pengawas partisipatif dalam setiap pelaksanaan pemilu. (*)
