DENPASAR, BALINEWS.ID – Foto twibbon seorang calon peserta didik baru yang diduga berasal dari SMK PGRI 5 Denpasar viral di media sosial karena menampilkan pakaian dan pose yang dinilai kurang sesuai dengan etika pelajar saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan meminta calon siswa yang bersangkutan mengganti foto twibbon sekaligus memberikan pembinaan.
Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, menegaskan sekolah tidak pernah mengarahkan peserta didik menggunakan pakaian ataupun pose yang tidak pantas dalam pembuatan twibbon MPLS.
“Kami sudah memberikan contoh video dan foto yang harus diunggah, sehingga tidak mungkin sekolah menyarankan penggunaan pakaian yang tidak pantas,” ujar Nuning.
Menurutnya, pihak sekolah sebelumnya telah memberikan panduan mengenai foto yang layak digunakan dalam twibbon MPLS. Namun, siswa tersebut sempat mempertanyakan kebijakan yang telah ditetapkan sekolah.
Saat ini, sekolah masih melakukan pembinaan terhadap calon peserta didik tersebut. Proses penelusuran sempat mengalami kendala karena akun media sosial yang digunakan telah diubah menjadi privat dan bahkan menggunakan identitas berbeda.
“Kami akan melakukan pembinaan melalui guru Bimbingan dan Konseling (BK). Yang terpenting adalah memberikan pemahaman agar anak lebih bijak menggunakan media sosial,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau yang akrab disapa Gung Cok, mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan moral anak.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua, mengingat waktu kebersamaan anak dengan keluarga jauh lebih banyak dibandingkan di lingkungan sekolah.
“Kalau memang itu terjadi di swasta, tidak menutup kemungkinan kami juga berpandangan bagaimana peran orang tua. Guru di sekolah hanya bertemu sebentar, sedangkan peran orang tua sangat penting dalam mendidik moral dan mental anak,” ujar Gung Cok, Selasa (14/7/2026).
Politikus Partai Golkar itu menambahkan pembentukan karakter harus dimulai sejak usia dini melalui pendampingan orang tua agar anak lebih bijak dalam bersikap, termasuk saat menggunakan media sosial.
