KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Semarapura ke-8 Tahun 2026. Hal ini ditandai dengan rapat teknis yang dipimpin langsung Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, di Ruang Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (21/4/2026).
Rapat tersebut digelar untuk memastikan kesiapan seluruh panitia dalam menyukseskan agenda pariwisata tahunan yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Festival Semarapura tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 28 April hingga 1 Mei 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe dan Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe. Mengusung tema “Smarana Atita Prabha”, festival ini diharapkan mampu mendorong promosi pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dalam arahannya, Bupati Satria menegaskan bahwa Festival Semarapura bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal.
“Festival ini harus memberikan dampak nyata, baik dari sisi ekonomi, sosial budaya, maupun lingkungan. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan di sektor pengamanan dan pengaturan lalu lintas, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif sebagai tuan rumah yang ramah bagi para pengunjung.
“Keamanan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi prioritas. Selain itu, kebersihan lingkungan juga wajib dijaga selama kegiatan berlangsung,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tjok Surya turut menekankan agar pelaksanaan festival tahun ini dapat berjalan lebih sukses dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi penyelenggaraan maupun dampaknya terhadap masyarakat.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Festival Semarapura ke-8 diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat posisi Klungkung sebagai destinasi budaya unggulan di Bali. (*)
