DENPASAR, BALINEWS.ID — Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Bali terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang mengacu pada Statistik Ketenagakerjaan Provinsi Bali, jumlah penduduk usia kerja yang menganggur pada tahun 2025 tercatat sebanyak 40.994 orang.
Angka ini mengalami penurunan signifikan sebanyak 7.682 orang dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 48.676 orang. Capaian ini sekaligus mencatatkan angka pengangguran terendah di Pulau Dewata dalam tiga tahun terakhir.
Tumbuhnya Ekonomi Daerah dan Dunia Usaha
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan bahwa penurunan jumlah pengangguran ini mencerminkan iklim perekonomian dan ketenagakerjaan Bali yang kian solid.
”Keadaan ketenagakerjaan pada tahun 2025 didukung oleh pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatnya aktivitas dunia usaha,” ujar Agus Gede Hendrayana Hermawan.
Secara statistik, proporsi penduduk usia kerja yang menganggur menunjukkan tren menurun secara konsisten:
Tahun 2023: 2,03 persen dari total penduduk usia kerja
Tahun 2024: 1,38 persen
Tahun 2025: 1,16 persen
Seiring dengan penurunan tingkat pengangguran, jumlah masyarakat yang bekerja justru mengalami kenaikan bertahap. Pada tahun 2023, jumlah penduduk bekerja tercatat sebanyak 2.617.816 orang, meningkat menjadi 2.665.421 orang pada 2024, dan kembali naik menjadi 2.701.726 orang pada 2025.
Angkatan Kerja dan Partisipasi Meningkat
Pertumbuhan positif juga terlihat dari sisi angkatan kerja. Pada tahun 2025, total angkatan kerja di Bali mencapai 2.742.720 orang, bertambah 28.623 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut berhasil mendorong Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik dari 77,11 persen pada 2024 menjadi 77,31 persen pada 2025. Sementara itu, kelompok penduduk yang dikategorikan bukan angkatan kerja mengalami sedikit penurunan menjadi 804.799 orang.
Penjelasan Kategori Pengangguran Menurut BPS
Pihak BPS mengklarifikasi bahwa dalam metodenya—yakni Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)—kategori pengangguran tidak terbatas pada masyarakat yang aktif mencari pekerjaan saja.
Kelompok pengangguran juga mencakup:
Warga yang sedang mempersiapkan usaha baru.
Warga yang merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan karena alasan tertentu (hopeless).
Warga yang sudah diterima bekerja, tetapi belum resmi mulai bekerja.
Indikator Membaiknya Pasar Kerja Bali
Secara keseluruhan, total penduduk usia kerja di Bali pada tahun 2025 terus tumbuh mencapai 3.547.519 orang, bertambah dari 3.519.886 orang pada 2024 dan 3.490.205 orang pada 2023.
Kombinasi antara bertambahnya penyerapan tenaga kerja dan terus menurunnya angka pengangguran ini menjadi indikator kuat bahwa pasar kerja di Bali semakin sehat dan pulih seiring berputarnya roda perekonomian di berbagai sektor unggulan.
