Groundbreaking PSEL Bali Dimulai, TPA Suwung Bersiap Tinggalkan Open Dumping

DENPASAR, BALINEWS.ID – Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pelindo Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, yang bersebelahan dengan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung, Rabu (8/7/2026). Proyek ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah di Bali sekaligus mengakhiri sistem pembuangan terbuka (open dumping) di TPA Suwung.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan. Pembangunan PSEL di Bali menjadi implementasi pertama Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, mengatakan pembangunan PSEL merupakan bagian dari transformasi nasional sistem pengelolaan sampah yang mengedepankan pengolahan modern berbasis teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

BACA JUGA :  Keroyok Wanita Hamil Usai Beri Makan Anjing Liar, Satu Keluarga Diadili

Menurut Jumhur, Bali diprioritaskan karena merupakan destinasi pariwisata internasional dengan timbulan sampah yang tinggi. Saat ini, gabungan timbulan sampah dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung mencapai sekitar 1.600 ton per hari, dengan 72,18 persen di antaranya masih dibuang ke TPA Suwung yang telah mengalami kelebihan kapasitas.

Fasilitas PSEL tersebut ditargetkan mampu mengolah sedikitnya 1.200 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Sementara sisa sampah akan ditangani melalui pendekatan Reduce, Reuse, Recycle (3R) guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang menyeluruh dan berkelanjutan.

“PSEL yang kami rencanakan akan dibangun di 34 kawasan aglomerasi yang mencakup sekitar 60 hingga 70 kabupaten/kota di Indonesia. Dengan demikian, persoalan sampah di wilayah-wilayah tersebut diharapkan dapat terselesaikan. Sementara daerah dengan timbulan sampah lebih kecil akan tetap didorong mengoptimalkan pengelolaan sampah dari sumber dan ekonomi sirkular,” ujar Jumhur.

BACA JUGA :  Koster Larang Bupati & Wali Kota Beri Izin Alih Fungsi Lahan Pertanian di Bali

Pembangunan proyek strategis nasional ini juga mendapat dukungan penuh dari Danantara Indonesia. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut groundbreaking PSEL Bali sebagai proyek perdana dalam program nasional waste to energy yang menjadi arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Rosan, proyek tersebut menjadi momentum penting dalam percepatan penyelesaian persoalan sampah nasional sekaligus pengembangan energi terbarukan berbasis sampah.

Selain mengurangi penumpukan sampah, PSEL Bali juga diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau (green jobs), menekan emisi karbon, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di sektor lingkungan hidup.

BACA JUGA :  Pencurian Ketu Pedanda Terungkap, Pelaku Ternyata Masih Kerabat Dekat

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan fasilitas tersebut. Ia berharap proyek dapat berjalan sesuai jadwal bahkan selesai lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

KLH/BPLH optimistis pembangunan PSEL Bali akan menjadi model baru pengelolaan sampah perkotaan yang modern, terpadu, dan berkelanjutan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir, proyek ini juga diharapkan memperkuat ketahanan energi bersih nasional sekaligus mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya