Slot Header 970×90

Gubernur Koster Tegaskan Sad Kerthi sebagai Fondasi Masa Depan Bali

Gelar Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Er Jeruk Sukawati

Oleh Indra · null

11 Oktober 2026 pukul 09.32 WITA · 2 menit baca

Gubernur Bali di Pura Er Jeruk, Sukawati.
Gubernur Bali di Pura Er Jeruk, Sukawati. — Foto: Pemprov Bali

GIANYAR, BALINEWS — Di tengah masifnya arus pembangunan dan pesatnya perkembangan pariwisata, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan hidup melalui warisan nilai-nilai luhur leluhur. Penegasan tersebut disampaikan saat ia memimpin persembahyangan Rahina Suci Tumpek Wayang di Pura Dang Kahyangan Er Jeruk, Gianyar, Sabtu (10/10/2026).

Hadir mendampingi dalam persembahyangan tersebut di antaranya Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Bupati Klungkung I Made Satria, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, serta jajaran kepala daerah dan perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah.

Sad Kerthi sebagai Penata Masa Depan Bali

Gubernur Koster menekankan bahwa visi pembangunan Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, harus dijalankan dengan tertib dan disiplin oleh seluruh kepala daerah beserta jajarannya agar benar-benar menjadi laku hidup masyarakat Bali.

Ini menurut Titiang hanya ada di Bali, ajaran Sad Kerthi sebagai ilmu kehidupan yang diwariskan oleh Leluhur. Maka ajaran ini Saya implementasikan dalam visi pembangunan Bali, dinamakan dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan nilai Sad Kerthi,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, filosofi leluhur ini mengajarkan tiga pilar utama kehidupan: alam harus dijaga, manusia harus dimuliakan, dan kebudayaan harus diwariskan. Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan, baik untuk generasi saat ini maupun generasi masa depan.

Komitmen Nyata Lingkungan dan Penetapan Kawasan Rendah Emisi

Dalam arahannya, Koster juga memaparkan sejumlah kebijakan strategis berbasis lingkungan yang selaras dengan upaya menjaga keharmonisan alam Bali. Kebijakan tersebut mencakup:

  • Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber: Mendorong penanganan sampah langsung dari tingkat rumah tangga.

  • Pembatasan Plastik Sekali Pakai: Meminimalisir pencemaran lingkungan akibat limbah plastik.

  • Penggunaan Energi Bersih dan Transportasi Ramah Lingkungan: Mendukung transisi energi hijau di berbagai sektor.

  • Pengembangan Pertanian Organik: Menjaga kesuburan tanah sekaligus kesehatan pangan lokal.

Selain itu, momentum Rahina Suci Tumpek Wayang ini juga dirangkaikan dengan penetapan enam kawasan rendah emisi di Bali. Kebijakan ini difokuskan pada kawasan-kawasan yang menjadi pusat aktivitas pariwisata agar pertumbuhan sektor pariwisata tetap berjalan selaras dengan kelestarian alam serta tidak merusak ekosistem kehidupan.

Indra

Indra

Wartawan Madya

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.