PEKANBARU, BALINEWS.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus meningkatkan kualitas infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pekanbaru–Dumai (Permai) guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Pemeliharaan rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi jalan tetap memenuhi standar pelayanan.
Sejumlah pengguna jalan mengaku puas dengan kondisi Tol Permai yang memiliki panjang 131,5 kilometer dan menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Dumai. Meski demikian, beberapa pengendara berharap kualitas jalan terus ditingkatkan, terutama pada titik-titik yang mulai bergelombang akibat tingginya intensitas kendaraan berat.
“Saya baru pertama kali melintas di Tol Permai. Secara umum infrastrukturnya bagus, hanya saja di beberapa titik perlu peningkatan kualitas karena ada permukaan jalan yang bergelombang,” ujar Amin Hadian, warga Ujung Gading, Sumatera Barat.
Menurut Amin, fasilitas di kawasan Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 45 di wilayah Kandis, Kabupaten Siak, juga menjadi nilai tambah bagi pengguna jalan. Rest area tersebut dilengkapi pusat kuliner, masjid, serta area istirahat yang dinilai memudahkan pengendara dalam perjalanan jarak jauh.
Hal senada disampaikan Sardi, warga Kota Medan, yang mengaku telah lebih dari lima kali menggunakan Tol Permai. Ia menilai keberadaan jalan tol tersebut mampu memangkas waktu tempuh sekaligus memberikan kenyamanan selama perjalanan.
“Saya sudah lebih dari lima kali melintas. Jalan tolnya mulus, kondisinya bagus, dan keberadaan rest area sangat membantu pengguna jalan untuk beristirahat maupun melaksanakan ibadah,” katanya.
Sementara itu, Regional Sumatera Bagian Tengah Hutama Karya memastikan pemantauan kondisi jalan dilakukan secara berkala. Saat ini perusahaan tengah melaksanakan pekerjaan pemeliharaan flexible pavement di Jalur A arah Gerbang Tol Pekanbaru menuju Dumai dan Jalur B arah Dumai menuju Gerbang Tol Pekanbaru sebagai bagian dari program peningkatan layanan.
Pekerjaan pemeliharaan dilakukan di KM 2+050 hingga KM 2+245 Jalur A serta KM 24+400 hingga KM 24+100 Jalur B.
Perwakilan Regional Sumatera Bagian Tengah Hutama Karya, Untung, mengatakan pihaknya memohon maaf atas potensi ketidaknyamanan yang timbul selama proses pekerjaan berlangsung.
“Pemeliharaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman, nyaman, dan memenuhi standar pelayanan sehingga perjalanan pengguna jalan menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama proses pekerjaan berlangsung, Hutama Karya telah menyiapkan rambu-rambu peringatan, pengamanan area kerja, serta petugas di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas dan meminimalkan gangguan perjalanan.
Menurutnya, penanganan perbaikan jalan dilakukan berdasarkan hasil inspeksi dan evaluasi rutin. Titik-titik yang dinilai memerlukan penanganan segera akan menjadi prioritas, khususnya lokasi yang berpotensi memengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
