KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Rangkaian insiden yang menimpa wisatawan di sejumlah objek wisata Nusa Penida mendapat perhatian serius DPRD Klungkung. Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom, S.H., mendorong Pemerintah Kabupaten Klungkung memperkuat pengawasan dan sistem keselamatan di kawasan wisata, seiring tingginya kunjungan wisatawan ke wilayah kepulauan tersebut.
Dalam dua hari berturut-turut, dua wisatawan dilaporkan meninggal dunia akibat insiden di objek wisata Nusa Penida. Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (12/9/2026), ketika wisatawan asal Australia, Cronin Brianna Lani, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing kawasan Kelingking Beach, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida.
Sehari berselang, Minggu (13/9/2026), wisatawan asal Inggris juga meninggal dunia setelah mengalami musibah saat berenang di kawasan Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida.
Menurut politisi yang akrab disapa Gung Anom tersebut, kejadian yang menimpa wisatawan di Nusa Penida bukan merupakan persoalan baru. Karena itu, meningkatnya aktivitas pariwisata harus diikuti dengan penguatan aspek keselamatan dan pengawasan di lapangan.
“Kejadian seperti ini sudah sering. Karena itu, dengan ramainya kunjungan wisatawan, pengawasan di objek-objek wisata harus benar-benar dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia juga menilai keberadaan petugas keselamatan, khususnya lifeguard di kawasan wisata yang memiliki risiko tinggi, perlu diperkuat. Pengawasan tidak hanya dilakukan pada saat terjadi insiden, tetapi juga harus bersifat preventif untuk mencegah wisatawan memasuki area berbahaya.
Disamping itu ia mendorong Pemkab Klungkung bersama pengelola objek wisata melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan serta memastikan fasilitas keselamatan dan petugas di lapangan dalam kondisi siap memberikan pertolongan sewaktu-waktu.
“Lifeguard harus dimaksimalkan. Pengawasan dilakukan secara maksimal sehingga ketika ada wisatawan yang mengalami persoalan, penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.
Ia menegaskan, perkembangan pariwisata Nusa Penida harus berjalan beriringan dengan peningkatan aspek keamanan dan keselamatan. Tingginya jumlah wisatawan harus diimbangi kesiapan pemerintah daerah, pengelola destinasi serta petugas di lapangan.
Dengan demikian, Nusa Penida tidak hanya menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu memberikan rasa aman selama wisatawan menikmati berbagai objek wisata yang ada. (*)
