DENPASAR, BALINEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai menyiapkan skenario menghadapi isu pemindahan payroll aparatur sipil negara (ASN) daerah dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Pemprov Bali telah melakukan antisipasi bersama sejumlah stakeholder terkait. Langkah tersebut disiapkan untuk mengantisipasi dampak terhadap permodalan BPD Bali apabila payroll ASN benar-benar dipindahkan.
“Kalau itu ditarik, kita harus punya skenario lain untuk meningkatkan permodalannya,” kata Koster usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (21/9/2026).
Koster mengakui pemindahan payroll ASN akan memberikan dampak terhadap BPD Bali. Namun, ia memperkirakan gangguan tersebut tidak akan berlangsung dalam waktu lama.
Menurut Koster, BPD Bali juga telah menyiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan sumber dana tersebut.
“Ya siap. Ya mungkin satu tahun agak terganggu sedikit,” imbuh gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali mendorong BPD Bali agar mulai memperluas sumber pendanaan dan basis nasabah, sehingga tidak terlalu bergantung pada ASN.
Kepala OJK Bali Parjiman mengatakan, BPD Bali perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat bisnis di sektor korporasi dan swasta.
“Ini kesempatan berinovasi, jangan sampai hanya tergantung pada ASN saja, tetapi garap juga korporasi dan swasta. Bahkan kalau bisa harus siap bersaing dengan bank-bank member Himbara dan Perbanas,” kata Parjiman, Rabu (15/9/2026).
Parjiman menyebut kinerja BPD Bali saat ini tergolong baik. Bank yang berkantor pusat di Renon, Denpasar, itu memiliki aset besar dan memberikan kontribusi keuntungan kepada pemerintah kabupaten dan kota di Bali.
Dari sisi penyaluran kredit, kinerja BPD Bali juga dinilai baik dibandingkan sejumlah bank pembangunan daerah lainnya di Indonesia. Porsi kredit produktif BPD Bali disebut telah mencapai 52 persen.
Meski demikian, OJK menilai pemindahan payroll ASN tetap berpotensi memengaruhi likuiditas BPD Bali. Perubahan tersebut dapat berdampak terhadap kemampuan penyaluran kredit hingga pertumbuhan aset bank.
Karena itu, BPD Bali dinilai perlu menyiapkan strategi mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang untuk menjaga rasio keuangan apabila terjadi perubahan signifikan pada sumber dana.
Parjiman juga menyebut sejumlah payroll ASN telah berpindah dari BPD Bali ke bank Himbara. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan BPD Bali didorong untuk memperluas basis nasabah di luar sektor ASN.
