JAKARTA, BALINEWS.ID – Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN) melontarkan kritik keras terhadap keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) yang kembali menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN. Organisasi tersebut bahkan menyindir dengan mengusulkan agar Darmawan ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN seumur hidup.
Koordinator Nasional Re-LUN, Teuku Yudhistira, menilai Darmawan merupakan salah satu pejabat yang memiliki pengaruh sangat kuat di lingkungan PLN. Menurutnya, berbagai sorotan yang muncul selama kepemimpinannya tidak mampu menggoyahkan posisinya.
“Ya kita tidak tahu di mana kekuatannya, tapi yang jelas Darmawan Prasodjo itu salah satu pejabat kuat di tanah air saat ini. Bahkan isunya, dia mempunyai pengaruh besar di PLN dalam urusan mengutak-atik posisi direksi yang sebenarnya menjadi wewenang BP BUMN dan Danantara,” kata Yudhistira di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia menyinggung sejumlah isu yang selama ini menjadi perhatian publik, mulai dari meningkatnya kekayaan Darmawan, gangguan pasokan listrik, pemadaman bergilir di sejumlah wilayah, hingga dugaan rusaknya sistem meritokrasi di PLN. Namun, menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak berdampak pada posisi Darmawan sebagai orang nomor satu di perusahaan listrik negara tersebut.
Yudhistira juga menyoroti keputusan RUPS yang kembali menetapkan Darmawan sebagai Direktur Utama PLN, meski saat itu sejumlah wilayah, termasuk di Pulau Jawa, mengalami pemadaman listrik bergilir.
Selain itu, ia menilai pengaruh Darmawan terlihat dari perubahan struktur organisasi di tubuh PLN, termasuk kembalinya posisi Wakil Direktur Utama yang kini dijabat Yusuf Didi Setiarto.
“Pengaruh besar Darmo itu bisa terlihat jelas ketika dia bisa menempatkan orang-orangnya di posisi direksi dan mengubah nomenklatur jabatan Wadirut PLN. Dulu posisi itu dihapus, sekarang dihidupkan kembali saat rekannya menjabat,” ujarnya.
Yudhistira juga membandingkan pengaruh Darmawan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Menurutnya, hingga kini belum terlihat hasil penyelidikan terhadap persoalan krisis batu bara untuk PLTU yang sebelumnya disebut melibatkan sejumlah aparat penegak hukum.
Tak hanya itu, ia menilai terdapat upaya pembentukan opini publik yang dinilai menguntungkan Darmawan dalam berbagai pemberitaan terkait PLN.
Sebagai bentuk sindiran, Yudhistira menyarankan agar pemerintah tidak lagi mencari figur baru untuk memimpin PLN apabila memang Darmawan dinilai tidak tergantikan.
“Daripada mencari sosok lain sebagai regenerasi yang dianggap mampu membenahi PLN, mendingan tetapkan saja Darmawan Prasodjo menjadi Dirut PLN seumur hidup. Atur pakai undang-undang kalau perlu,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari manajemen PT PLN (Persero) maupun Darmawan Prasodjo terkait pernyataan yang disampaikan Koordinator Nasional Re-LUN tersebut.
