JAKARTA, BALINEWS.ID — Pusat Ibu Kota Jakarta akan dibuat gelap gulita selama satu jam pada Sabtu, 13 Juni 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadwalkan pemadaman lampu serentak mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus kampanye penghematan energi dan penurunan emisi karbon.
Dengan matinya listrik ini, maka Jakarta mengikuti tradisi Nyepi di Bali. Yang mana, malam Nyepi, listrik dipadamkan dengan penuh kesadaran. Bedanya, kali ini Jakarta Nyepi hanya 1 jam.
Aksi ini akan dilaksanakan di lima wilayah kota administrasi Jakarta dan mencakup gedung pemerintahan maupun sejumlah kawasan protokol serta ikon ibu kota.
“Hanya dengan memadamkan lampu selama 60 menit, kita bisa memberikan ruang bernapas yang besar bagi bumi kita,” tulis akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, @dkijakarta, dikutip Kamis (11/6/2026).
Pemprov DKI Jakarta menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan langkah konkret untuk menekan konsumsi energi dan emisi karbon. Masyarakat pun diajak berpartisipasi dengan mematikan lampu di rumah masing-masing pada waktu yang telah ditentukan.
Pemadaman akan diberlakukan di seluruh bangunan dan kantor milik Pemprov DKI Jakarta. Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya demi menjaga pelayanan publik tetap berjalan.
Selain gedung pemerintah, sejumlah gedung swasta, gedung komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, dan apartemen juga turut dilibatkan dalam aksi hemat energi tersebut.
Sejumlah Kawasan Protokol dan Ikon Jakarta Ikut Dipadamkan
Di Jakarta Pusat, pemadaman lampu akan dilakukan di Jalan Sudirman mulai dari kawasan Dukuh Atas hingga Gedung Sampoerna Strategic, Jalan MH Thamrin, kawasan Jalan Medan Merdeka, Jalan Gerbang Pemuda hingga Jalan Asia Afrika, halaman Kantor Balai Kota, serta Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
Untuk wilayah Jakarta Utara, pemadaman mencakup Jalan Yos Sudarso, Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Utara, dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Sementara di Jakarta Timur, lokasi yang terdampak antara lain Jalan Dr. Sumarno, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
Tak hanya ruas jalan dan kawasan perkantoran, sejumlah ikon Jakarta juga akan ikut dipadamkan pencahayaannya, seperti Gedung Balai Kota Jakarta, Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, serta Patung Pahlawan dan Jenderal Sudirman.
Catat Penghematan Puluhan Ton Emisi Karbon
Pemprov DKI Jakarta mengklaim aksi serupa yang dilaksanakan pada 25 April 2025 lalu memberikan dampak signifikan. Dalam satu jam pemadaman, tercatat penghematan listrik mencapai 96,91 MWh, efisiensi biaya listrik sebesar Rp140.226.312, serta penurunan emisi karbon hingga 77,53 ton CO₂e.
Dengan capaian tersebut, Pemprov berharap partisipasi masyarakat pada aksi 13 Juni mendatang semakin luas sehingga kontribusi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim dapat semakin besar.
Melalui gerakan ini, Jakarta diharapkan tidak hanya menyepi dalam gelap selama satu jam, tetapi juga menjadi simbol komitmen kolektif warga ibu kota dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

