Kebiasaan Tak Ambil Karcis Parkir di Pasar Galiran Disorot, Warga Usul Undian Doorprize

Selain Kontrol Keamanan, Karcis Parkir Pasar Galiran Diusulkan Jadi Kupon Doorprize
Selain Kontrol Keamanan, Karcis Parkir Pasar Galiran Diusulkan Jadi Kupon Doorprize

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Kebiasaan sebagian pengunjung yang tidak mengambil karcis parkir di Pasar Galiran, Klungkung, menjadi sorotan di tengah upaya modernisasi sistem parkir yang diterapkan pemerintah daerah.

Meski sistem parkir elektronik telah menggantikan metode karcis manual yang selama ini dinilai rawan kebocoran pendapatan, masih banyak pengguna parkir yang memilih keluar masuk tanpa mengambil karcis.

Sorotan tersebut disampaikan warga Klungkung, Gde Artison Andarawata, melalui unggahan di media sosial. Ia menilai berbagai kendala teknis seperti mesin atau komputer yang sesekali mengalami gangguan hingga palang parkir yang lambat membuka dan menutup, membuat sebagian pengendara terbiasa menerobos masuk maupun keluar area parkir tanpa mengikuti prosedur yang berlaku.

BACA JUGA :  Dua Pria Dibekuk di Pasar Sangsit Saat Transaksi Ganja 2kg Dari Luar Pulau

Menurutnya, hingga saat ini kondisi tersebut belum menimbulkan persoalan serius karena belum ada laporan kehilangan kendaraan bermotor di area pasar. Namun, karcis parkir sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan retribusi, melainkan juga sebagai instrumen pengawasan dan keamanan kendaraan yang keluar masuk kawasan parkir.

“saat mulai rawan, fungsi karcis sebagai kontrol kendaraan perlu dimaksimalkan. Misalnya, pengendara yang kehilangan atau tidak membawa karcis wajib menunjukkan STNK saat keluar,” tulisnya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah menerapkan sanksi bagi pengguna yang sengaja tidak mematuhi aturan parkir.

BACA JUGA :  Prabowo Naikkan Gaji Guru, Dosen, Pejabat Negara, Hingga TNI Polri

Selain berfungsi sebagai efek jera, kebijakan tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski penerapannya tentu perlu dikaji agar tidak menimbulkan kesan pemerintah mencari pemasukan dari kesalahan masyarakat.

“kalau tidak berfungsi dan masih bandel, ya denda saja 10x parkir. Lumayan tambah PAD. Walaupun PAD dari denda memancing perdebatan, seakan-akan mencari pendapatan dari kesalahan masyarakat, tetapi fungsi kontrolnya juga berguna,” lanjutnya.

Selain itu, Artison mengemukakan ide kreatif berupa pemberian hadiah atau doorprize ringan bagi pemegang karcis parkir pada jam-jam sepi.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Penipuan yang Libatkan ITB STIKOM Bali Jadi Perhatian Serius Nyoman Parta

Langkah tersebut diyakini dapat mendorong masyarakat lebih tertarik berbelanja ke pasar tradisional pada waktu yang tidak terlalu ramai, sehingga aktivitas ekonomi pedagang dapat semakin bergerak.

Di akhir unggahannya, ia mengajak masyarakat untuk lebih disiplin memanfaatkan fasilitas parkir yang telah disediakan. “Yuk, ambil karcisnya,” tulisnya, sembari mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan sederhana dapat mendukung keamanan, kenyamanan, dan optimalisasi pengelolaan parkir di Pasar Galiran. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya