Mengenal Ormas MADAS, Berdiri 2020, dari Madura Menjaga Keutuhan NKRI 

Ilsutrasi ormas Madas dengan latar belakang Pulau Madura.
Ilsutrasi ormas Madas dengan latar belakang Pulau Madura.

SURABAYA, BALINEWS.ID – MADAS merupakan singkatan dari Madura Asli, sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berbasis pada ikatan kesukuan warga keturunan Madura. Meski berpusat di Jawa Timur, anggota MADAS tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Surabaya dan Jakarta, bahkan hingga luar negeri.

Mengutip laman resmi madas.or.id, Jumat (26/12/2025), Madura Asli atau MADAS adalah organisasi masyarakat yang mewadahi khususnya suku Madura di perantauan. Organisasi ini tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dengan nomor AHU-0011634.AH.01.07.Tahun 2020.

MADAS mengusung motto, “Mengajak seluruh warga Madura untuk bersama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.” Dalam penjelasan di situs resminya, tujuan pendirian MADAS meliputi:

  • Sebagai wadah tunggal suku Madura dalam sosial politik
  • Sebagai wadah tunggal kontrol sosial dan politik suku Madura
  • Sebagai wadah tunggal pemersatu suku Madura
  • Sebagai wadah tunggal pembela suku Madura
  • Sebagai wadah tunggal membentuk suku Madura yang berpendidikan, bermartabat, dan berakhlakul karimah
BACA JUGA :  Sinar Matahari Lagi All Out, BMKG Imbau Hindari Paparan Sinar di Jam Ini

Berdiri Sejak 2020

MADAS resmi berdiri pada tahun 2020. Sosok sentral sekaligus pendiri ormas ini adalah H. Berlian Ismail Marzuki yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum DPP MADAS. H. Berlian dikenal sebagai tokoh masyarakat yang ingin membawa citra positif bagi warga Madura.

Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa MADAS harus menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak mengandalkan kekuatan fisik. Namun, H. Berlian kini telah meninggal dunia.

Kepemimpinan MADAS kemudian dilanjutkan oleh HM. Jusuf Rizal, SH yang ditetapkan sebagai Ketua Umum periode 2024–2029. Di kalangan LSM, Jusuf Rizal dikenal sebagai Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). Pada era kepemimpinannya, nama organisasi berkembang menjadi MADAS Nusantara.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Terima Anugerah Bintang Tertinggi Nishan-e-Pakistan

Konflik Internal dan Perpecahan

Di tengah perjalanannya, MADAS menghadapi konflik internal yang berujung pada perpecahan. Ketua Madas Serumpun Kabupaten Pamekasan, Abdus Samad, mengungkapkan bahwa ormas ini kini terpecah menjadi tiga kelompok berbeda.

“Madas awalnya hanya satu, tapi sekarang sudah pecah menjadi tiga ormas. Madas terbentuk sejak tahun 2020. Namun, akibat terjadi konflik internal akhirnya pecah menjadi Madas Nusantara. Akibatnya, sejak saat itu, mulai ada Madas Serumpun dan Madas Nusantara,” ujar Abdus, Selasa (30/12/2025), dikutip dari Kompas.com.

Perkembangan konflik tersebut berlanjut pada 2025, ketika Madas Serumpun kembali terbelah. Saat ini, terdapat tiga faksi utama, yakni:

  • Madas Serumpun
  • Madas Nusantara
  • Madas Sedarah
BACA JUGA :  Ketua DPRD Karangasem Tolak Ormas Preman, Percayakan Keamanan pada Pecalang

Peta Kekuatan

Sebagai ormas berbasis suku Madura, MADAS dikenal memiliki basis massa kuat di sejumlah kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Di Jawa Timur, peta kekuatan ketiga faksi mulai terbagi secara spesifik.

Madas Sedarah diklaim menguasai sejumlah daerah di Jawa Timur, kecuali Kabupaten Pamekasan, di mana kelompok ini belum memiliki basis. Sementara di wilayah Pulau Madura lainnya, ketiga faksi cenderung tumbuh berdampingan.

Perpecahan ini menandai dinamika internal organisasi yang semula dibentuk sebagai wadah tunggal pemersatu warga Madura. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai upaya rekonsiliasi atau penyatuan kembali ketiga faksi tersebut.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya