DENPASAR, BALINEWS.ID — Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., berharap tidak ada lagi orang tua maupun sasaran yang menolak program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Edukasi Kesehatan bertajuk “Memahami Vaksin HPV pada Anak Laki-Laki” di Harris Hotel Denpasar, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan edukasi ini digelar Dinkes Provinsi Bali untuk mempersiapkan perluasan program imunisasi HPV bagi siswa laki-laki kelas 5 SD di seluruh kabupaten/kota se-Bali. Acara ini turut dihadiri Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI, perwakilan dari sembilan kabupaten/kota, serta didukung MSD Indonesia sebagai mitra Kementerian Kesehatan.
Dalam arahannya, Kadiskes Gede Anom menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai keamanan serta manfaat vaksinasi ini.
“Semoga apa yang didapat hari ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi orang tua dan sasaran yang menolak imunisasi HPV ini,” tegas Anom dikutip dari diskes.baliprov.go.id.
Anom mengungkapkan bahwa HPV selama ini lebih dikenal sebagai pemicu kanker leher rahim pada perempuan. Padahal, fakta medis mencatat 1 dari 3 laki-laki di atas usia 15 tahun di dunia terinfeksi HPV, dan berkontribusi hingga 40 persen terhadap total kasus kanker akibat virus tersebut.
Melalui sinergi lintas sektor dan lintas program, Dinkes Bali menargetkan cakupan imunisasi HPV dapat mencapai 100 persen setiap tahunnya hingga 2030.
Bali Jadi Provinsi Percontohan
Program imunisasi HPV untuk anak laki-laki ini merupakan bagian dari Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023–2030. Bali menjadi satu dari tiga provinsi pilihan—bersama DKI Jakarta dan DI Yogyakarta—yang dipercaya menjalankan program percontohan ini berkat capaian imunisasi HPV anak perempuan yang konsisten di atas 90 persen.
Pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) HPV 2025 lalu, Provinsi Bali mencatatkan capaian signifikan, yakni 105,91 persen untuk HPV1 Kelas 5, Kejar HPV Kelas 6 sebesar 53,03 persen, dan Kejar HPV Kelas 9 sebesar 71,78 persen.
Dengan sosialisasi yang masif dan dukungan penuh dari orang tua serta masyarakat, Pemprov Bali optimistis program imunisasi ini dapat berjalan optimal demi melindungi generasi muda dari ancaman penyakit terkait HPV di masa depan.
