DENPASAR, BALINEWS.ID – Momen mencoba bikini baru sebelum ke pantai sering jadi saat pertama kali banyak perempuan menyadarinya: payudara kiri dan kanan ternyata tidak simetris.
Reaksi pertama biasanya khawatir. Padahal, menurut sejumlah penelitian medis, kondisi ini jauh lebih umum daripada yang dikira.
Menurut Cleveland Clinic, memiliki ukuran payudara yang sedikit berbeda antara kiri dan kanan adalah kondisi normal yang dialami banyak perempuan. Sebuah studi tahun 2024 yang dipublikasikan di Aesthetic Surgery Journal Open Forum bahkan menemukan pola yang cukup konsisten: dari 600 pasien perempuan yang diteliti, sekitar 77 persen di antaranya memiliki payudara sisi kiri yang lebih lebar dibanding sisi kanan. Peneliti menduga hal ini berkaitan dengan bentuk dinding dada dan tulang panggul yang juga cenderung sedikit lebih lebar di sisi kiri tubuh manusia.
Jadi, kalau kamu pernah merasa bikini terasa lebih longgar di satu sisi, kemungkinan besar itu bukan salah ukuran bikini.
Kapan Perbedaan Ini Mulai Terlihat?
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Adolescent Health, perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan umumnya mulai terlihat sejak masa pubertas, seiring perkembangan tubuh yang tidak selalu berjalan dengan kecepatan sama di kedua sisi. Faktor hormon, genetik, kehamilan, menyusui, dan perubahan berat badan turut memengaruhi bentuk akhirnya sepanjang hidup seorang perempuan.
Dengan kata lain, asimetri ringan bukan tanda ada yang salah dengan tubuh. Ia justru bagian dari variasi alami yang dimiliki hampir semua orang, meski sering baru disadari saat momen tertentu — seperti berdiri di depan cermin sebelum berenang, atau memilih pakaian dalam yang pas.

Untuk yang Aktif Surfing dan Yoga
Selain soal ukuran, banyak perempuan aktif di Bali — entah rutin surfing di Uluwatu dan Canggu, atau ikut kelas yoga di Ubud — yang merasakan langsung dampak lain dari bentuk tubuh ini: ketidaknyamanan saat bergerak.
Gerakan berulang seperti berlari, mendayung, atau transisi cepat dalam yoga vinyasa dapat membuat payudara bergerak cukup banyak jika tidak mendapat dukungan yang tepat. Ligamen Cooper, jaringan penyangga alami di dalam payudara, ikut menahan beban gerakan tersebut — namun ligamen ini tidak elastis dan bisa meregang secara permanen jika terus-menerus mendapat tekanan tanpa perlindungan.
Karena itu, memilih sport bra yang sesuai ukuran dan jenis aktivitas jauh lebih penting daripada sekadar soal gaya. Untuk aktivitas berdampak tinggi seperti surfing atau lari pantai, sport bra dengan tingkat penyangga tinggi lebih disarankan dibanding legging bra biasa yang lebih cocok untuk yoga atau pilates.
Kapan Harus Waspada?
Asimetri ringan yang sudah ada sejak lama umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan yang muncul tiba-tiba: pembesaran mendadak di satu sisi, munculnya benjolan, perubahan warna atau tekstur kulit, atau keluarnya cairan dari puting di luar masa menyusui. Kondisi seperti ini sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis, bukan didiamkan.
Bagi warga atau pendatang di Bali yang ingin melakukan pemeriksaan payudara rutin, layanan USG payudara maupun mammografi tersedia di RSUP Sanglah Denpasar serta sejumlah rumah sakit dan klinik swasta besar di Denpasar dan Badung. Pemeriksaan berkala tetap dianjurkan meski tidak ada keluhan, terutama bagi perempuan di atas usia 40 tahun.
Jadi, kalau kamu baru menyadari satu sisi bikini terasa lebih pas dari yang lain, tidak perlu buru-buru khawatir. Tubuh manusia memang tidak pernah benar-benar simetris — dan itu bukan sesuatu yang perlu diperbaiki, hanya perlu dipahami.
