PERWAJATI Gelar Pameran Perdana di Bali, 48 Perupa Perempuan Satukan Kreativitas Lintas Profesi

GIANYAR, BALINEWS.ID – Persatuan Wanita Jawa Timur (PERWAJATI) menorehkan tonggak baru dalam perjalanan seni rupa Indonesia dengan menggelar pameran kolektif ke-10 bertajuk Ruang Rupa Pertiwi” di Layana Warung Artspace, Gianyar, Bali. Pameran yang berlangsung selama sebulan, mulai 5 Juli hingga 5 Agustus 2026, menjadi kali pertama organisasi perupa perempuan asal Jawa Timur tersebut menggelar pameran di Pulau Dewata.

Ajang ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya seni, tetapi juga memperkuat jejaring perupa perempuan lintas daerah melalui kolaborasi antara seniman Jawa Timur dan Bali. Sebanyak 48 perupa perempuan anggota PERWAJATI menampilkan karya-karya terbaik mereka dalam beragam gaya, teknik, dan medium.

BACA JUGA :  Manager PLN Bali Timur Mohon Maaf, Kini Fokus Pemulihan Listrik

Ketua PERWAJATI Aliet bersama Ketua Pameran Irdina Larasanti mengusung konsep yang menghadirkan ruang dialog budaya sekaligus memperlihatkan peran perempuan dalam perkembangan seni rupa nasional. Penyelenggaraan pameran dipercayakan kepada Aricadia, sedangkan Layana Warung Artspace menjadi tuan rumah pameran seni ke-15 sejak ruang kreatif tersebut berdiri.

Keunikan pameran ini terletak pada latar belakang para peserta yang sangat beragam. Selain dikenal sebagai pelukis, mereka juga berprofesi sebagai guru, dosen, dokter, kepala sekolah, pengusaha, wartawan, pelaku industri kreatif hingga ibu rumah tangga. Beragam pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam karya-karya yang mengangkat tema alam, budaya Nusantara, kehidupan sosial, hingga refleksi kemanusiaan dan spiritualitas.

BACA JUGA :  3 WNA yang Lakukan Prostitusi di Bali Kini Diamankan di Rudenim Denpasar

Dalam esainya pada katalog pameran, pengamat seni Agus “Koechink” Sukamto menilai konsistensi para anggota PERWAJATI membuktikan bahwa perempuan mampu terus berkarya tanpa meninggalkan peran dalam keluarga maupun profesinya.

Menurutnya, pengalaman hidup yang dimiliki para perupa justru menjadi kekuatan utama yang melahirkan karya-karya dengan karakter dan perspektif yang kaya.

Sementara itu, Aricadia memandang “Ruang Rupa Pertiwi” sebagai ruang dialog budaya yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui bahasa visual. Kehadiran sejumlah perupa Bali dinilai semakin memperkuat pertukaran artistik sekaligus menunjukkan bahwa seni mampu menjembatani perbedaan latar belakang, profesi, maupun daerah.

BACA JUGA :  Mandor Proyek Saluran Irigasi Ditemukan Tewas di Gianyar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pembukaan pameran berlangsung dalam suasana hangat dengan sentuhan budaya. Pameran secara resmi dibuka oleh Jero Mangku Layana, diawali pertunjukan Mocopatan oleh Iva Kartika dan dilanjutkan pembacaan puisi oleh Bonk Ava, sehingga menghadirkan perpaduan harmonis antara seni rupa, sastra, dan tradisi.

Melalui penyelenggaraan pameran ini, PERWAJATI kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat eksistensi perupa perempuan Indonesia. Selain menjadi ajang memamerkan karya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah silaturahmi, pertukaran gagasan, serta memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni rupa yang lahir dari keberagaman budaya dan pengalaman hidup para perempuan Indonesia. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya