Polresta Denpasar Bongkar Kasus Narkoba, Lima Senpi dan Puluhan Amunisi Ditemukan

DENPASAR, BALINEWS.ID – Pengungkapan dugaan penyalahgunaan narkotika oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar mengungkap temuan lain yang mengejutkan. Polisi tidak hanya menemukan barang yang diduga narkotika, tetapi juga mengamankan lima pucuk senjata api, empat airsoft gun, serta puluhan butir amunisi dari sebuah rumah di Penatih, Denpasar Timur.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Kasuari Gang Cempaka I, Penatih, Denpasar Timur. Seorang pria berinisial ARMP (30), asal Kintamani, Kabupaten Bangli, diamankan setelah Satresnarkoba Polresta Denpasar menerima informasi mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, petugas mendapati ARMP berada di teras rumah saat dilakukan penindakan.

BACA JUGA :  Bendahara BUMDes Agung Karya Tersangka Korupsi, Negara Rugi Rp1,64 Miliar

Dalam penggeledahan badan dan rumah, polisi menemukan satu paket serbuk dan sejumlah tablet berwarna ungu yang diduga mengandung narkotika jenis ekstasi.

Namun, penggeledahan kemudian mengungkap keberadaan sejumlah senjata dan amunisi. Polisi mengamankan lima pucuk senjata api, empat pucuk airsoft gun, 55 butir peluru kaliber .38, lima butir peluru kaliber .78, dua butir peluru kaliber 9 mm, satu butir peluru kaliber .32 ACP, lima butir peluru hampa kaliber 8 mm, dua butir peluru kaliber .22 LR, satu magazine, serta 33 tabung gas CO2.

Atas temuan tersebut, Satresnarkoba berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Denpasar untuk mendalami dugaan kepemilikan dan penguasaan senjata api serta amunisi secara ilegal.

BACA JUGA :  Selebgram Asal Jakbar Endorse Judi Online, Kini Terancam 6 Tahun Penjara

“Dari pemeriksaan awal, pelaku ARMP mengaku bahwa senpi dan airsoft gun tersebut merupakan milik orang lain yang dititipkan kepada pelaku untuk diperbaiki,” kata Iptu Gede.

ARMP diketahui berprofesi sebagai pelatih bela diri MMA dan boxing di kawasan Canggu. Ia juga mengaku tergabung dalam tim penyedia jasa pengamanan atau bodyguard.

Menurut polisi, ARMP mengaku memiliki kemampuan memperbaiki airsoft gun dan pernah menjadi anggota Tactical Shooting Club di Yogyakarta pada 2016 hingga 2018.

Kepada penyidik, ARMP membantah seluruh senjata api, airsoft gun, dan air gun yang ditemukan merupakan miliknya. Ia menyebut senjata-senjata tersebut merupakan titipan sejumlah orang untuk diperbaiki, termasuk amunisi yang diserahkan bersama senjata.

BACA JUGA :  Dituduh Sebarkan Video Merokok, Siswa SMKN 7 Denpasar Jadi Korban Pengeroyokan

Sementara terkait dugaan penyalahgunaan narkotika, ARMP mengakui mengonsumsi narkotika dengan alasan untuk menenangkan diri ketika mengalami tekanan atau stres.

“Terkait dugaan penyalahgunaan narkotika, pelaku ARMP mengakui mengonsumsi narkotika untuk menenangkan diri saat mengalami tekanan atau stres,” ujar Iptu Gede.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polresta Denpasar masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk memastikan asal-usul senjata, kepemilikan dan legalitas amunisi, serta status hukum seluruh senjata yang diamankan.

Polisi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menitipkan senjata dan amunisi tersebut kepada ARMP. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap apakah senjata-senjata itu memiliki izin resmi atau berkaitan dengan dugaan tindak pidana lainnya.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya