Ringankan Krama, Desa Tulikup Bagikan Babi untuk Pura Saat Piodalan

Perbekel Tulikup Made Ardika.
Perbekel Tulikup Made Ardika.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Pemerintah Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar melaksanakan program punia untuk sebelas pura dang kahyangan dan kahyangan desa yang berada di wilayah desa setempat yang melaksanakan wali atau piodalan. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sarana upacara sekaligus meringankan beban ekonomi warga.

Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika, Selasa (2/6/2026), menyatakan program tersebut didanai Pendapatan Asli Desa (PADes) yang bersumber dari berbagai unit usaha milik desa, seperti pasar desa, usaha gas elpiji, dan sembako.

“Program ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat. Kami ingin kehadiran desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Ardika.

BACA JUGA :  Empat Insinerator Disiapkan DLHK Badung di TPST Tuban

Ia menambahkan, pemilihan bantuan berupa babi dilakukan karena hewan tersebut merupakan salah satu sarana penting dalam pelaksanaan berbagai upacara adat dan keagamaan di Bali.

Selain membantu kebutuhan upacara, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Seluruh babi yang disalurkan dibeli dari peternak lokal di Desa Tulikup sehingga mampu mendukung perputaran ekonomi desa.

“Kami memberdayakan peternak lokal agar manfaat program ini dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Selain membantu pura, program ini juga mendukung usaha warga desa,” katanya.

BACA JUGA :  Driver Pariwisata Tantang Realisasi Tuntutan Dalam 6 Bulan, Ini Tanggapan Ketua DPRD Bali

Desa Tulikup memiliki tujuh banjar dinas dan dua desa adat yakni Desa Adat Tulikup Kelod dan Desa Adat Tulikup Kaler dengan total 11 pura dang khayangan. Penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah krama di masing-masing wilayah. Di Banjar Siyut, misalnya, bantuan diberikan berupa satu ekor babi karena disesuaikan dengan jumlah anggota banjar setempat.

Program yang telah berjalan sekitar tiga bulan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai bantuan tersebut mampu membantu kebutuhan upacara sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat.

BACA JUGA :  Pura Sakti Manuaba Lebih Hijau, Desa Adat Gandeng Griya Luhu Atasi Sampah Piodalan

Ardika berharap program tersebut dapat memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, kepedulian desa terhadap kebutuhan warga akan mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Berdasarkan estimasi PADes yang berasal dari berbagai unit usaha desa, pendapatan yang dikelola desa diperkirakan mencapai Rp300 juta hingga Rp500 juta. Pendapatan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya