AMLAPURA, BALINEWS.ID — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai gelaran Karangasem Akhir Pekan (KAP) di kawasan Jalur II Jalan Veteran, Amlapura, pada Sabtu malam (1/8/2026). Perhelatan mingguan kali ini terasa makin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Tumpek Krulut, hari suci umat Hindu di Bali yang dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang atau Hari Tali Kasih.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Gus Par, didampingi Asisten Sekretariat Daerah serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karangasem hadir langsung menyapa ribuan warga yang memadati kawasan ruang publik tersebut.
Sepanjang malam, para pengunjung disuguhkan beragam atraksi seni dan budaya lokal hasil garapan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kecamatan Kubu. Penampilan Fragmentari, Genjek Ska Girang, Story Telling, lagu karaoke, hingga Tari Joged sukses memikat perhatian dan menambah semarak malam akhir pekan di Kota Amlapura.
Aksi Berbagi Kuliner Gratis dan Borong UMKM
Momentum perayaan kasih sayang Tumpek Krulut tahun ini kian terasa kental dengan adanya program aksi berbagi dari Gubernur Bali Wayan Koster yang membagikan makanan dan minuman gratis kepada warga.
Sebanyak 335 porsi Babi Guling Mek Alit diborong untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada pengunjung. Tak hanya itu, sebanyak 400 cup kopi lokal dari UMKM Sumber Redjeki juga disalurkan gratis—200 cup dibagikan di gerai Jalan Gajah Mada dan 200 cup sisanya di area KAP.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Bali atas kepeduliannya dalam mendukung pergerakan ekonomi kerakyatan di Karangasem.
“Program ini bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat pada momentum Tumpek Krulut, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM. Ketika produk lokal diborong dan dinikmati masyarakat, roda ekonomi bergerak dan produktivitas usaha rakyat ikut meningkat,” tutur Bupati Gus Par.
Di sela-sela peninjauan, Bupati Gus Par turut memperlihatkan kepeduliannya dengan secara spontan memborong berbagai jajanan tradisional Bali dari para pedagang lapak UMKM. Makanan tersebut lantas dibagikan langsung kepada pengunjung, menciptakan interaksi yang hangat dan tanpa sekat antara pemimpin daerah dan masyarakat.
Dampak Nyata Bagi Pelaku Usaha Lokal
Program borong dagangan ini mendatangkan kegembiraan tersendiri bagi para pelaku UMKM lokal. Eka Sam, pemilik gerai Kopi Sumber Rezeki, mengaku sangat bersyukur atas diborongnya 400 cup produk kopi miliknya.
“Pembelian ratusan cup kopi ini memberikan dampak positif bagi usaha kami, sekaligus menjadi media promosi yang sangat efektif agar produk kopi lokal Karangasem semakin dikenal luas,” ungkap Eka Sam.
Apresiasi senada diungkapkan pemilik Warung Babi Guling Mek Alit. Ratusan porsi kuliner khas Bali yang ludes dibeli pemerintah dinilai menjadi berkah dan bukti nyata dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha kecil di Karangasem.
