KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat budaya siaga bencana di tengah masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan simulasi bencana yang digelar di SDN 3 Negari, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (24/4/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang jatuh setiap 26 April.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa simulasi kebencanaan memiliki peran penting dalam membangun kesiapan masyarakat menghadapi situasi darurat, khususnya di daerah rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, menjelaskan bahwa simulasi diikuti oleh 122 peserta yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari siswa TK dan SD, aparat TNI-Polri, tim BPBD, tenaga kesehatan, hingga perwakilan masyarakat dan kecamatan setempat.
Pemilihan Desa Negari sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah ini berada di kawasan pesisir yang memiliki potensi risiko gempa bumi dan tsunami, sehingga dinilai strategis sebagai titik edukasi kebencanaan.
Dalam arahannya, Wabup yang akrab disapa Tjok Surya mendorong agar kegiatan simulasi tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah. Ia meminta agar latihan serupa dapat dilaksanakan secara berkala dan diperluas hingga ke organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pemerintah, maupun sektor swasta.
“Simulasi harus menjadi budaya. Minimal dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga masyarakat memiliki kesiapan dasar untuk menyelamatkan diri saat bencana terjadi,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana semakin meningkat, sehingga dapat meminimalisir risiko serta dampak yang ditimbulkan di kemudian hari, khususnya di wilayah Kabupaten Klungkung. (*)
