GIANYAR, BALINEWS.ID – Edukasi lingkungan dan pola hidup sehat sejak usia dini menjadi fokus utama Program GENCAR (Gerakan Menanam Cerdas Aksi Regenerasi) yang digagas mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business Bali. Setelah berlangsung selama dua bulan, program tersebut mencapai puncaknya melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa SDN 4 Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Selasa (9/6/2026).
Program yang dijalankan oleh kelompok RANTARA dari Program Studi Marketing Communication LSPR Bali ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak siswa terlibat langsung dalam praktik pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah organik.
Ketua Pelaksana Program GENCAR, Virginia Stefani, menjelaskan kegiatan telah dimulai sejak April 2026 melalui dua tahapan pre-event sebelum memasuki acara puncak.
“Program GENCAR sudah berjalan sejak April. Pada pre-event pertama kami mengajak adik-adik mengenal pentingnya keseimbangan nutrisi dari sayur dan buah, mengenal eco enzyme, serta media tanam. Kami menggunakan metode storytelling agar materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Memasuki Pre-Event II yang digelar pada 9 Mei 2026, para siswa mulai diajak mempraktikkan materi yang telah diberikan sebelumnya. Bersama komunitas lingkungan Kedas Lebih Asik, siswa belajar membuat eco enzyme, sabun berbahan eco enzyme, hingga menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan buah-buahan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung prosesnya. Dengan praktik, pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pola hidup sehat menjadi lebih membekas,” tambah Virginia.
Dalam pelaksanaannya, para siswa juga diajak memanfaatkan botol dan galon plastik bekas sebagai media tanam kreatif. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran tentang pengurangan sampah plastik sekaligus melatih kreativitas anak-anak sejak dini.

Program ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Guru SDN 4 Guwang, Ni Wayan Pitriani, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya sekolah mereka sebagai lokasi kegiatan.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang melaksanakan Program GENCAR di sekolah kami. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak, mulai dari belajar menanam tanaman hingga memahami pentingnya mengonsumsi makanan sehat. Jadi bukan hanya peduli lingkungan, tetapi juga peduli terhadap kesehatan diri sendiri,” katanya.
Menurutnya, berbagai materi yang diperoleh siswa selama kegiatan akan diintegrasikan ke dalam sejumlah program sekolah yang telah berjalan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut melalui kerja sama yang berkesinambungan. Ke depan, materi yang diberikan akan kami padukan dengan program kokurikuler sekolah seperti Setapa (Sekolah Tanpa Plastik), Buset Rabusehat, dan program Jumpa Berniam atau Jumat Pagi Bersih Lingkungan,” jelasnya.
Selain melibatkan komunitas lingkungan, kegiatan ini juga didukung oleh relawan Sispala Bhuana Puaka SMAN 1 Sukawati yang aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan di Bali.
Sementara itu, Dosen Pengampu Mata Kuliah Community Development LSPR Bali, Ni Luh Putu Diah Desvi Arina, M.I.Kom., menegaskan bahwa pendidikan lingkungan perlu diberikan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang tertanam hingga dewasa.
“ Harapan kami ini tidak hanya sekali, tetapi ada kegiatan yang berkelanjutan ke depannya yang juga bisa memberikan dampak yang positif, tidak hanya untuk anaknya tapi juga untuk orang tuanya, untuk guru-guru dan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Melalui Program GENCAR, mahasiswa LSPR Bali berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, mengelola sampah secara bijak, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (*)

