DENPASAR, BALINEWS.ID – Dalam upaya memberikan layanan prima bagi setiap nasabah, khususnya para peserta Taspen, Bank BPD Bali bersama PT Taspen menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Ketaspenan Flagging dan Layanan Antara Bank BPD Bali dengan Taspen”, Jumat (31/7/26) di Aula Kantor Pusat Bank BPD Bali, Denpasar.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan karyawan-karyawati unit kerja Bank BPD Bali ini berfokus pada tiga agenda utama, yakni sosialisasi mekanisme flagging baru, penambahan user aplikasi, serta pembahasan pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Flagging.
Inovasi sistem ini dirancang agar proses identifikasi dan kepesertaan Taspen di lingkungan perbankan berjalan lebih akurat, aman, dan efisien.
Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin dengan sangat baik antara Bank BPD Bali dan PT Taspen Kantor Pusat maupun Cabang.
“Melalui mekanisme baru ini, kami berharap akurasi identifikasi dan validasi data meningkat, sementara proses input dan monitoring operasional dapat berjalan lebih cepat, optimal, dan tidak menumpuk pada satu pihak. Pada akhirnya, semua ini bermuara pada peningkatan kualitas layanan kepada peserta Taspen di lapangan,” ujar Made Lestara.
Perubahan mekanisme operasional ini juga bertujuan untuk mempercepat proses layanan dengan mendekatkan proses verifikasi ke tingkat cabang. Hal ini ditegaskan oleh Branch Manager PT Taspen Denpasar, Manaksak Siburian, yang menyoroti pentingnya kelancaran komunikasi antarinstansi.
“Dengan perubahan pola pelaksanaan ini, verifikasi dan validasi flagging kini didekatkan ke kantor cabang. Sinergi ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya kolaborasi, dan kolaborasi butuh komunikasi yang baik. Tujuan utama kita murni untuk meningkatkan layanan dan kepuasan nasabah, terutama para pensiunan,” kata Manaksak.
Selain itu, Regional Operations Department Head PT Taspen Kantor Pusat, Muhammad Samsuri, juga memuji langkah proaktif BPD Bali di antara puluhan mitra kerja sama Taspen secara nasional.
“Dari sekitar 46 mitra kerja sama kami, inisiatif sosialisasi secara langsung ke level operasional ini pertama kali datang dari Bank BPD Bali. Ini adalah hal yang luar biasa positif. Ke depannya, otoritas penyelesaian (open flagging) akan diserahkan sepenuhnya ke mitra perbankan. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga memperketat sistem keamanan user dengan autentikasi ganda guna memastikan keamanan data nasabah,” jelas Samsuri.
Diharapkan setelah sosialisasi ini, seluruh perwakilan unit kerja Bank BPD Bali dapat memahami dan mengimplementasikan mekanisme operasional secara komprehensif untuk memberi kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh nasabah pensiunan di Bali. (*)
