Usai Tragedi Juwuk Legi, Kementerian Agama Beri Pendampingan Psikologis dan Doa bagi Anak Terdampak

Anak korban dalam tragedi Juwuk Legi mendapat pendampingan psikologis dari Kementerian Agama Buleleng.
Anak korban dalam tragedi Juwuk Legi mendapat pendampingan psikologis dari Kementerian Agama Buleleng.

BULELENG, BALINEWS.ID — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng turun tangan memberikan pendampingan serta dukungan moril kepada anak-anak yang terdampak peristiwa pengeroyokan terduga pelaku pencurian ayam di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Kepala Seksi Urusan Agama Hindu, Ni Putu Suliasih, S.Ag., M.Pd.H., hadir langsung mewakili Kepala Kantor Kemenag Buleleng sebagai wujud kepedulian negara terhadap kondisi psikologis dan sosial anak-anak yang menjadi korban tidak langsung dari tragedi tersebut.

Penguatan Mental dan Hak Anak

Pendampingan yang dilakukan berfokus pada penguatan mental, pemberian motivasi, serta doa bersama agar anak-anak yang terdampak tetap merasa aman di tengah situasi sulit yang dialami keluarganya.

BACA JUGA :  Pencuri Ayam di Baturiti Tewas Diamuk Massa dan Motornya Dibakar

Ni Putu Suliasih menegaskan bahwa anak-anak sama sekali tidak boleh menanggung dampak negatif secara berkepanjangan dari insiden yang melibatkan orang tua maupun lingkungan mereka.

“Kehadiran kami merupakan bentuk empati dan kepedulian Kementerian Agama kepada anak-anak yang terdampak. Mereka membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta pendampingan agar tetap memiliki semangat menjalani kehidupan dan masa depan yang lebih baik,” ujar Suliasih.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dari seluruh elemen masyarakat untuk memastikan hak-hak dasar anak—seperti rasa aman, akses pendidikan, dan kehidupan yang layak—tetap terpenuhi tanpa ada diskriminasi.

BACA JUGA :  Tes DNA Pastikan Identitas Korban Mutilasi adalah WNA Ukraina yang Diculik, Hasilnya Identik 99,99 Persen

Imbauan Stop Main Hakim Sendiri

Menyikapi peristiwa pengeroyokan yang melatarbelakangi situasi ini, pihak Kemenag Buleleng mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menahan diri dan menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada proses hukum yang berlaku.

Masyarakat diharapkan membuang jauh-jauh budaya main hakim sendiri (vigilante) serta fokus merangkul dan melindungi tumbuh kembang anak-anak yang terdampak, baik secara fisik maupun mental, demi masa depan mereka.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya