Video Kursi Roda Bergerak Sendiri di RSUD Klungkung, Manajemen Beri Penjelasan Rasional

Kursi roda jalan sendiri di halaman RSUD Klungkung.
Kursi roda jalan sendiri di halaman RSUD Klungkung.

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID — Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan sebuah kursi roda bergerak sendiri di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung. Video berdurasi singkat yang disajikan dengan efek hitam putih tersebut mendadak viral dan memicu beragam spekulasi mistis serta narasi horor dari warganet.

Menanggapi kehebohan tersebut, Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Winata, memberikan klarifikasi resmi pada Sabtu (25/7/2026). Sambil tertawa santai, ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni fenomena fisika akibat kondisi lingkungan, bukan karena hal gaib.

Kronologi dan Penyebab Kejadian

Berdasarkan penelusuran internal, dr. Nyoman Winata menjelaskan bahwa kursi roda tersebut sebelumnya ditaruh oleh keluarga pasien di depan klinik karena pintu ruangan sudah terkunci dari dalam.

BACA JUGA :  Bakso Masno Kintamani Lempar Mie ke Pembeli, Ini Klarifikasi Pedagang

“Setelah dilakukan penelusuran, ternyata ada penjelasan yang valid. Kursi roda tersebut diketahui dalam kondisi roda tidak terkunci dan berada di jalur yang permukaannya sedikit menurun. Selain itu, berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi, saat itu angin bertiup cukup kencang, sehingga mendorong kursi roda bergerak ke arah yang lebih rendah,” ungkapnya.

Penjelasan senada juga disampaikan oleh petugas medis lainnya yang ditemui di lokasi. Mereka membenarkan bahwa pergerakan kursi roda itu murni disebabkan oleh kombinasi posisi jalan yang miring, roda yang tak terkunci, dan dorongan angin.

BACA JUGA :  RSUD Klungkung Berinovasi, Janji Tak Bebani APBD, Pasien Cuci Darah Tak Perlu Menunggu

Imbauan Bijak Bermedia Sosial

Pihak RSUD Klungkung menyayangkan narasi horor yang terlanjur terbentuk, terlebih akibat sentuhan visual video yang sengaja diubah menjadi hitam putih. Menurut manajemen, pengeditan semacam itu beserta penambahan musik latar yang menyeramkan memang bisa membuat peristiwa biasa tampak mistis.

“Kalau efek videonya dibuat hitam putih ditambah suara-suara menyeramkan, apa pun bisa jadi terasa tampak mistis dan horor,” ujarnya.

Pihak rumah sakit berkelakar, dugaan mistis warganet mungkin bisa dimaklumi apabila kursi roda tersebut bergerak aktif berkeliling halaman RSUD Klungkung tanpa henti. Namun, kenyataannya kursi roda tersebut hanya meluncur searah mengikuti gravitasi dan dorongan angin.

BACA JUGA :  Buntut Kasus Hogi Minaya, Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara

Oleh karena itu, manajemen RSUD Klungkung mengimbau masyarakat dan warganet untuk lebih rasional dan bijak dalam menyikapi konten-konten di media sosial.

“Yuk, tetap bijak menyikapi video yang beredar di media sosial. Tidak semua yang terlihat menyeramkan berarti berkaitan dengan hal mistis. Selalu cari informasi yang utuh sebelum menyimpulkan atau membagikannya,” imbaunya.

Pihak RSUD Klungkung berharap para pengunjung dan pasien tidak terpengaruh oleh isu-isu mistis yang beredar. Manajemen menegaskan komitmennya untuk memastikan lingkungan rumah sakit tetap aman, nyaman, serta berfokus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya