ACEH, BALINEWS.ID – Semangat gotong royong dan kemandirian ditunjukkan secara nyata oleh warga Kampung Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Tanpa berpangku tangan menunggu anggaran pemerintah, masyarakat setempat berhasil mengumpulkan dana swadaya hingga mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Dana fantastis tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan membangun kembali jembatan desa yang hancur total akibat terjangan bencana banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sirkulasi ekonomi dan mobilitas harian warga sempat lumpuh total setelah akses utama transportasi mereka terputus. Menghadapi situasi pelik tersebut, warga berinisiatif bergerak cepat melakukan penggalangan dana demi memulihkan urat nadi perekonomian kampung.
Gerakan Solidaritas Warga dan Perantau
Dana yang terkumpul tidak hanya berasal dari kantong masyarakat yang menetap di kampung, melainkan juga berkat solidaritas kolektif yang kuat dari para perantau asal Pintu Rime Gayo yang tersebar di berbagai daerah, serta uluran tangan dari para donatur yang tergerak melihat kondisi tersebut.
“Dana ini murni dari gotong royong masyarakat, sumbangan para perantau kita di luar daerah, serta para donatur yang peduli terhadap pemulihan akses warga di sini,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Aksi nyata ini langsung diwujudkan di lapangan. Dengan dana yang terkumpul, warga secara bahu-membahu membeli material dan menyewa alat berat untuk melakukan pengerasan jalan kembali serta membangun fondasi jembatan baru yang lebih kokoh agar tahan terhadap ancaman kikisan air.
Jadi Tamparan Sekaligus Inspirasi
Langkah mandiri yang diambil oleh warga Kampung Enang-Enang ini menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Di satu sisi, aksi ini menjadi tamparan keras terkait lambatnya birokrasi penanganan pascabencana oleh pihak terkait. Namun di sisi lain, gerakan ini menjadi inspirasi nasional bahwa kekuatan ruang publik dan ruang sosial (gotong royong) mampu menyelesaikan masalah krusial di tingkat tapak.
Saat ini, pengerjaan jembatan dan jalan tersebut terus dikebut oleh warga secara bergantian. Masyarakat berharap, dengan terhubungnya kembali akses jalan ini, jalur distribusi hasil pertanian yang menjadi komoditas utama warga Bener Meriah bisa segera normal kembali.
