KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Kuliner tradisional Bali berupa Be Genyol yang dijual di Banjar Kawan, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, semakin diminati masyarakat. Cita rasa khas yang tetap terjaga melalui proses memasak tradisional menjadikan kuliner ini favorit warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Berlokasi di sebelah utara Pura Kentel Gumi, warung sederhana milik Dewa Sudana hampir setiap hari ramai dikunjungi pelanggan yang ingin menikmati sajian Be Genyol dengan rasa autentik.
Keunikan kuliner ini terletak pada proses pengolahannya yang masih menggunakan tungku cangkel jalikan dan kayu bakar.
Cara memasak tradisional tersebut dinilai mampu menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada masakan yang diolah dengan peralatan modern. Tak heran jika Be Genyol khas Desa Tusan memiliki banyak pelanggan setia.
Pemilik warung, Dewa Sudana, menuturkan usaha kuliner tersebut mulai dirintis sejak masa pandemi Covid-19 pada 2019. Berawal dari usaha sederhana, Be Genyol yang dijualnya kini semakin dikenal masyarakat.
“Sejak awal kami tetap mempertahankan cara memasak tradisional agar cita rasanya tetap khas dan disukai pelanggan,” ujarnya.
Untuk menikmati satu porsi Be Genyol, pelanggan cukup merogoh kocek Rp18.000. Harga yang terjangkau dengan cita rasa yang khas menjadi salah satu alasan kuliner ini terus diminati.
Warung Be Genyol milik Dewa Sudana buka setiap hari mulai pukul 09.00 Wita hingga 17.00 Wita. Namun, warung akan tutup lebih awal apabila seluruh dagangan telah habis terjual.
Keberadaan Be Genyol khas Desa Tusan menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Bali masih memiliki tempat di hati masyarakat. Selain menjaga warisan kuliner daerah, usaha ini juga turut menggerakkan perekonomian warga melalui sektor usaha kuliner lokal. (*)
