DENPASAR, BALINEWS.ID – Anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, menyerukan pentingnya memaknai Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum membangun kesadaran kolektif untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat di tengah ancaman krisis global dan melemahnya kondisi ekonomi masyarakat.
Melalui unggahan di laman media sosial pribadinya dalam rangka peringatan 118 Tahun Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026), Nyoman Parta menilai peringatan tersebut tidak hanya sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi pengingat untuk menyiapkan masa depan Indonesia dengan lebih bijaksana.
Indonesia, menurutnya, sedang menghadapi tantangan besar mulai dari ancaman krisis pangan dan air hingga dampak fenomena El Niño yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang di berbagai daerah, termasuk Bali.
“Karena Kebangkitan nasional tidak dibangun dari kemewahan, melainkan penderitaan akibat penjajahan dari pahitnnya kemiskinan dan kebodohan getirnya kelaparan, maka kebangkitan nasional hari ini harus dimaknai sebagai kebangkitan kesadaran. bahwa indonesia bukan hadiah, tapi adalah buah dari perjuangan,” tulis Nyoman Parta dalam keterangannya.
Ia juga menegaskan bahwa para pemimpin bangsa dari pusat hingga daerah harus secara sungguh-sungguh meningkatkan pendidikan di Indonesia karena pendidikan merupakan hak dasar rakyat.
“Kebangkitan Nasional kali ini harus dimaknai lebih dalam bahwa para pemimpin bangsa dari pusat sampai daerah harus secara sungguh sungguh meningkatkan pendidikan indonesia, pendidikan adalah hak dasar rakyat kembalikan dana pendidikan intuk kepentingan rakyat,” tegas pria kelahiran Guwang ini.
Selain itu, momentum Hari Kebangkitan Nasional juga dinilai perlu dijadikan komitmen bersama untuk mengurai persoalan ketimpangan sosial dan kemiskinan yang semakin melebar.
“Moment peringatan kali ini juga harus dijadikan sebagai komitmen bersama, untuk mengurai dan mencari selusi atas masalah ketimpangan dan kemiskinan yang makin menganga,” tulisnya.
Nyoman Parta turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat di tengah melemahnya nilai tukar rupiah yang berbanding terbalik dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang semakin mahal.
“Kebangkitan Nasional ditengah tengah nilai tukar rupiah yg makin melemah justru berbanding terbalik dengan harga sembako yang semakin tinggi, biaya hidup yang semakin mahal,” katanya.
Ia pun berharap kehadiran Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar mampu mewujudkan amanat penderitaan rakyat.
“oleh karenanya kehadiran Presiden Prabowo dirumah rakyat hari ini bukan hanya untuk serimoni , simbiolik , namun sungguh – sungguh dalam rangka menyatukan potensi kekuasaan Eksekutif dan Legislatif untuk mewujudkan amanat penderitaan rakyat, memperbaiki gizi kaum Marhaen dan mengangkat harkat dan martabat kaum Marhaen,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Nyoman Parta juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan, memperkuat pangan lokal, melindungi budaya, serta mendorong generasi muda menjadi pencipta solusi bagi bangsanya sendiri.
“Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang maju secara ekonomi, tetapi bangsa yang mampu menjaga tanah, air, dan nilai-nilai kehidupannya di tengah perubahan zaman,” tutupnya. (*)
