GIANYAR, BALINEWS.ID — Kabupaten Gianyar yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali menghadapi situasi dilematis. Di tengah derasnya arus wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke berbagai objek wisata, khususnya kawasan Ubud, keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) juga terus bermunculan.
Meski rutin ditertibkan oleh petugas, para gepeng disebut kembali datang dan beraktivitas di sejumlah titik keramaian.
Kepala Satpol PP Gianyar, Putu Yudanegara, mengatakan pihaknya terus menggencarkan penertiban di wilayah Ubud dan sekitarnya. Pada Minggu (10/5/2026), Satpol PP kembali menerjunkan anggota Regu 4 yang dipimpin Kepala Seksi Operasi untuk melakukan penjangkauan.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tujuh orang gepeng di kawasan selatan ruko Bank Mandiri Ubud.
“Pengambilan gepeng di selatan ruko Bank Mandiri berjumlah tujuh orang,” ujar Putu Yudanegara.
Tujuh orang yang diamankan terdiri atas dua perempuan dewasa, satu laki-laki dewasa, dua anak laki-laki, dan dua anak perempuan.
Menurut Putu, proses penertiban berlangsung aman dan lancar.
“Selama kegiatan berjalan aman dan lancar,” katanya.
Ia menjelaskan, sepanjang Mei 2026 jumlah gepeng yang diamankan di wilayah Ubud telah mencapai puluhan orang. Berdasarkan data Satpol PP Gianyar, pada 3 Mei diamankan empat orang, 4 Mei sebanyak 20 orang, 5 Mei delapan orang, dan 6 Mei malam sebanyak 11 orang.
Sementara pada 10 Mei, petugas kembali mengamankan tujuh orang gepeng.
“Pas 50 orang satu minggu,” terangnya.
Putu menambahkan, pengawasan keberadaan gepeng kini juga dibantu melalui akses kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gianyar.
“Semenjak dapat akses CCTV dari Kominfo, kita bisa pantau di seluruh Gianyar. Tapi belum menemukan di mana mereka mendarat,” tutupnya.
Satpol PP Gianyar pun terus berupaya memperketat pengawasan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan wisata, terutama di Ubud yang menjadi salah satu pusat kunjungan wisatawan di Bali.
