BADUNG, BALINEWS.ID – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tercatat sebagai bandara tersibuk kedua di Indonesia berdasarkan jumlah pergerakan penumpang. Namun, tingginya aktivitas penerbangan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan pendapatan para sopir angkutan bandara maupun pengemudi transportasi daring.
Sejumlah sopir mengaku masih harus mengantre lama untuk mendapatkan penumpang meski Bandara Ngurah Rai dipadati wisatawan.
“Saya dapat order nomor 40. Baru sekarang keluar. Saya masuk giliran siang, tapi antreannya sudah 40,” ujar seorang sopir mobil Avanza asal Karangasem yang ditemui di kawasan bandara.
Menurutnya, tarif transportasi dari bandara dinilai cukup tinggi sehingga sebagian calon penumpang memilih membandingkan harga dengan aplikasi transportasi daring sebelum memutuskan menggunakan jasa angkutan.
“Di aplikasi harganya segini, Pak. Saya biasanya hanya minta tambahan Rp50 ribu untuk biaya parkir,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data InJourney Airports, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi bandara tersibuk kedua di Indonesia selama periode arus mudik 13–21 Maret 2026 dengan melayani 523.944 penumpang.
Posisi pertama ditempati Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dengan 1,51 juta penumpang, disusul Bandara Juanda Surabaya sebanyak 378.056 penumpang, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 283.099 penumpang, dan Bandara Kualanamu Deli Serdang 207.661 penumpang.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan secara kumulatif jumlah pergerakan penumpang di 37 bandara yang dikelola InJourney Airports mencapai 4,41 juta orang selama periode 13–21 Maret 2026 atau meningkat 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,25 juta penumpang.
“Puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 (H-2) dengan jumlah penumpang mencapai 568.964 orang. Sementara pada Hari Raya Idulfitri, 21 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat sebanyak 397.670 orang,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Selain pertumbuhan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan. Selama periode tersebut tercatat 33.099 penerbangan atau naik sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 31.240 penerbangan.
Meski aktivitas penerbangan terus meningkat, sejumlah pengemudi di Bandara Ngurah Rai berharap lonjakan jumlah penumpang juga dapat diikuti dengan meningkatnya permintaan jasa transportasi, sehingga waktu tunggu untuk memperoleh penumpang tidak lagi terlalu lama.
