Bertahan dari Dampak Pandemi, Pasutri di Batubulan Sukses Jalankan Usaha Cuci Motor

GIANYAR, BALINEWS.ID – Di tengah berbagai tantangan ekonomi pascapandemi, pasangan suami istri, I Wayan Sukadana (51) dan Ni Nyoman Sueni (51), berhasil mempertahankan usaha cuci motor yang mereka rintis di Jalan Batuyang, Banjar Kenanga, Desa Batubulan, Kecamatan Batubulan, Kabupaten Gianyar.

Usaha yang dikenal dengan nama Pradana Cuci Motor tersebut tampak sederhana dengan sebuah spanduk yang terpampang di pinggir jalan. Namun, dari tempat inilah pasangan suami istri tersebut mengais rezeki untuk keluarga mereka sejak tahun 2019.

BACA JUGA :  Parade Busana Adat Khas Bali Siap Ramaikan PKB 2025, Tiap Kabupaten Diminta Angkat Warisan Lokal

Setiap harinya, Pradana Cuci Motor melayani sekitar 20 unit sepeda motor dari berbagai merek. Tarif yang dikenakan berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000 per unit, tergantung jenis dan kondisi kendaraan yang dicuci.

Pada akhir pekan, jumlah pelanggan meningkat hingga mencapai 25 sampai 30 kendaraan per hari. Bahkan saat Hari Tumpek Landep, yang identik dengan tradisi penyucian dan penghormatan terhadap kendaraan di Bali, jumlah pelanggan membludak dibandingkan hari-hari biasa.
I Wayan Sukadana menuturkan, usaha tersebut lahir saat pandemi Covid-19 melanda. Sebelumnya, ia bekerja mengantarkan potongan ayam untuk kebutuhan usaha ayam geprek ke berbagai outlet. Namun kondisi ekonomi yang berubah membuatnya mencari alternatif usaha lain.

BACA JUGA :  Kemenag dan FKUB Harap Nyepi dan Idul Fitri Berjalan Lancar, Saling Jaga Toleransi

“Awalnya gara-gara Covid-19. Dulu saya mengirim potongan ayam ke outlet-outlet ayam geprek. Kemudian mencoba membuka usaha cuci motor sejak 2019 hingga sekarang. Syukur masih bisa bertahan,” ujarnya.

Dengan kerja keras dan pelayanan yang baik, usaha cuci motor tersebut terus berjalan dan menjadi sumber penghasilan keluarga. Meski menghadapi berbagai tantangan, Sukadana dan istrinya tetap bersyukur karena usaha yang mereka jalankan masih mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Yang penting tetap bersyukur dan terus berusaha,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Nyoman Parta Soroti Sistem Rujukan Rumah Sakit di Bali, Dinilai Lambat dan Perlu Pembenahan

Keberhasilan pasangan ini menjadi contoh bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah mampu membantu pelaku usaha kecil bertahan dan berkembang di tengah berbagai kondisi ekonomi yang tidak menentu. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya